Inggris Bersedia Akui Palestina Sebagai Negara Independen, Tapi…

Dailypost.id
Menlu Inggris David Cameron mengajukan sejumlah syarat agar negaranya bisa segera mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. (AFP/VALDRIN XHEMAJ)

DAILYPOST.ID Jakarta- Menteri Luar Negeri Inggris, David Cameron, menyatakan bahwa Inggris bersedia secara resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat segera setelah tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. Pernyataan ini mencerminkan sikap progresif Inggris dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Cameron menjelaskan bahwa Inggris dapat mendeklarasikan pengakuan terhadap Palestina tanpa harus menunggu hasil dari perundingan damai Israel-Palestina yang mungkin memakan waktu bertahun-tahun.

“Pengakuan Inggris atas negara merdeka Palestina termasuk di PBB tidak harus terjadi pada awal proses, namun tidak harus menjadi akhir dari proses,” ungkapnya kepada Associated Press pada Kamis (1/2).

Baca Juga:   Jokowi Melepas Bantuan Kemanusiaan senilai Rp30 Miliar untuk Gaza dan Sudan: Bantuan Obat dan Alat Kesehatan Disiapkan

Menurut Cameron, hal yang paling penting adalah memberikan harapan kepada rakyat Palestina untuk masa depan yang lebih baik, yakni memiliki negara mereka sendiri.

“Prospek ini sangat penting bagi perdamaian dan keamanan jangka panjang di kawasan ini,” tambahnya.

Meski demikian, Cameron menekankan bahwa langkah pertama yang harus diambil adalah memastikan adanya “jeda pertempuran” di Gaza. Ia berharap jeda pertempuran tersebut akan bertransformasi menjadi “gencatan senjata permanen dan berkelanjutan.”

Selain itu, Cameron menyatakan bahwa pemimpin Hamas harus meninggalkan Gaza sebelum Inggris dapat mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Baca Juga:   Gen Z Wajib Menolak Solusi Dua Negara, Ilusi Damai dalam Cengkeraman Zionisme

“Anda tidak bisa mencapai solusi dua negara jika Gaza masih dikuasai oleh mereka yang bertanggung jawab atas serangan pada 7 Oktober lalu,” tegasnya.

Cameron mengacu pada serangkaian serangan dan penyanderaan yang dilancarkan oleh Hamas pada 7 Oktober, yang memicu respons agresif Israel di Jalur Gaza.

Meskipun negosiasi antara Israel dan Hamas masih berlangsung, Cameron optimis bahwa pengakuan terhadap Palestina dapat menjadi kenyataan seiring dengan kemajuan menuju perdamaian di kawasan tersebut.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Baca Juga:   Lebih dari 12.000 Anak Tewas Akibat Agresi Israel di Gaza dan Tepi Barat Palestina
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia