, Kota Gorontalo – Digitilisasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, bahkan dalam pemerintahan sekalipun.
Data dan semua informasi yang ada di pemerintahan hampir seluruhnya perlu digitalisasi. Hal ini untuk mempermudah akses untuk mencari setiap informasi itu sendiri.
Tidak hanya di pemerintahan, digitalisasi juga perlu diterapkan di lingkungan masyarakat. Seperti program yang di gagas Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP22DD) Provinsi Gorontalo, kerjasama dengan Bank Indonesia (BI), yakni program Kampung Digital.
Wali Kota Gorontalo, Ryan F. Kono menjelaskan, program Kampung Digital ini berlokasi di Kelurahan Leato Utara dan Kecamatan Dumbo Raya. wilayah tersebut akan menerapkan layanan dan transaksi digital.
“Tujuannya agar masyarakat dapat belajar, masyarakat dapat beradaptasi dengan dunia global, dan akan cepat berubah,” Ujar Wakil Wali Kota, Ryan F.Kono saat membuka kegiatan sharing session Kawasan Kampung Digital di Hotel Aston, Senin (12/12/2022).
“Caranya melalui ketersedian akses, dan layanan internet secara merata, serta melaksanakan sistem pembayaran non tunai atau menggunakan Qris sebagai alat pembayaran,” pungkas Ryan.
Sementara itu, Deputi Bank Indonesia Cabang Gorontalo, Miftahul huda mengatakan, bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan suatu komponen pendukung melalui konsumsi pemerintah, olehnya dilihat dari data tahun ke tahun penggunaan Qris di Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan, hal itupun berdampak baik pada PAD Kota Gorontalo.
“Pertumbuhan volume transaksi KRIS itu bertumbuh luar biasa sekitar 243,2% year on year, sementara pertumbuhan nilai transaksinya sendiri juga meningkat 120%, sehingga dari sini kita berbicara bahwa ternyata kalau kita berbicara Provinsi Gorontalo, penggunaan Qris oleh masyarakat Gorontalo juga sangat tinggi,” tandas Miftahul. (adv/Jef)















