Jakarta– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan sejak Januari 2025 telah menjangkau 38 provinsi dan memberikan manfaat bagi 2 juta penerima. Namun, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa capaian ini masih belum memuaskan dirinya.
“Boleh sekarang kita bangga MBG sudah menjangkau 38 provinsi dan 2 juta penerima manfaat. Tapi ini masih belum memuaskan saya,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/3).
Meski begitu, Prabowo mengapresiasi kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah berusaha keras dalam tiga bulan pertama sejak program ini dimulai. Ia menyadari bahwa percepatan distribusi di negara sebesar Indonesia bukan perkara mudah.
Keluhan dari Masyarakat, Prabowo Minta Inovasi Percepatan
Dalam kunjungan kerjanya ke berbagai daerah, Prabowo mengaku sering menerima keluhan dari para orang tua yang anaknya belum menerima manfaat dari program MBG.
“Saya datang ke suatu desa, orang tua bertanya, ‘Pak, kami di sini belum terima MBG’. Mereka dengar desa sebelah sudah dapat, tapi mereka belum. Ini yang mengusik hati saya,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Prabowo meminta Kepala BGN dan seluruh jajaran untuk berpikir lebih inovatif dan kreatif agar penyebaran program ini bisa lebih cepat dan merata.
“Apakah kita perlu menggunakan sistem hibrida atau pendekatan lain? Kasihan rakyat kita sangat membutuhkan dan mengharapkan,” katanya.
MBG Dapat Perhatian Dunia, Banyak Negara Ingin Belajar dari Indonesia
Terlepas dari tantangan yang ada, Prabowo menilai bahwa program MBG merupakan capaian besar bagi Indonesia. Bahkan, beberapa pimpinan negara lain telah mengungkapkan ketertarikan untuk mempelajari program ini lebih lanjut.
“Banyak kunjungan pimpinan negara lain. Mereka bilang salah satu hal yang ingin mereka pelajari dari kita adalah program makan bergizi ini. Padahal, kita baru mulai,” ujar Prabowo.
(d10)















