, Serdang Bedagai – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang terealisasi di Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), ditahun 2022, yang sempat tertunda akibat bencana banjir, saat ini terlihat sudah selesai.
Bangunan infrastruktur dari program Kotaku itu seharusnya sudah selesai diakhir tahun 2022 lalu, namun tertunda akibat bencana banjir yang melanda Desa tersebut pada bulan November dan Desember 2022 lalu, yang mengakibatkan lokasi bangunan digenangi air.
Bangunan tersebut saat ini sudah selesai pengerjaannya. Dan terlihat kualitas bangunan sangat sesuai harapan, dengan tidak adanya yang pecah maupun retak, terutama tentang ketebalan bangunan tersebut juga terlihat rata rata 15 Centi Meter.
Hal itu terlihat dari pantauan awak media ini, Jumat (13/01/2023), saat berkunjung dibeberapa titik lokasi bangunan infrastruktur di Desa Pekan Tanjung Beringin yang berasal dari program Kotaku tersebut.
Berdasarkan keterangan yang diterima media ini dari Tenaga Ahli PUPR Provinsi Sumatera Utara Herimana, yang didampingi Asistennya Suratmin, yang pada saat itu juga melakukan pengecekan dilokasi bangunan, Jumat (12/1), menjelaskan bahwa ketebalan bangunan tersebut sudah sesuai RAB, yaitu 15 Centi Meter.
Herimana juga menyampaikan tentang pengecekan yang dilakukannya adalah terkait pemberitaan salah satu media yang memberitakan bahwa bangunan tersebut ada yang rusak. Namun menurutnya setelah dicek ternyata bangunan tersebut tidak ada yang rusak.
” Kami turun kelokasi bangunan ini terkait pemberitaan salah satu media yang isi beritanya bahwa bangunan ini ada yang rusak. Ternyata setelah kami cek tidak ada yang rusak. Kalaupun ada yang rusak ini terkait bencana alam kemarin, inikan belum serah terima, masih ada perbaikan, karena masih tanggung jawap LPM desa,” ungkap Harimana.
Sementara itu, Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin, Ir.Indra Syahputra, dihari yang sama, Jumat (13/01), mengatakan bahwa pihak Desa Pekan Tanjung Beringin sudah melakukan peninjaun saat pasca banjir. Menurutnya infrastruktur jalan yang di bangun melalui program kotaku semuanya terendam air disaat banjir pada bulan November dan Desember 2922 lalu, hanya ada satu dusun yang tidak terdampak parah yaitu dusun 15.
” Kami pihak Pemerintahan Desa sudah melakukan peninjauan saat pasca banjir lalu, Alhamdulillah tidak ada satupun bangunan jalan yang rusak parah, hanya mengalami pengikisan permukaan ter dan coran. Dan saat ini sudah dilakukan perbaikan dan pengeteran ulang oleh LPM,” ucap Indra Syahputra.
Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin itu juga menceritakan bahwa pelaksanaan Rapat Koordinasi Akhir Balai Prasarana Wilayah Sumatera Utara (Sumut) II, yang diadakan di Hotel Gundang Berastagi, pada tanggal 24 Desember 2022 lalu, Desanya diberikan predikat terbaik tingkat provinsi Sumut tentang pelaksanaan program Kotaku dan Pisew tahun 2022, dan kategori terbaik dua tingkat nasional.
“Penilaian tersebut diberikan dari kreteria manfaat pembangunan, baik itu dari sarana permukiman dan sarana ekonomi dan memanfaatkan sumber daya lokal dengan membuka lapangan pekerjaan padat karya bagi pekerja lokal yang ada di desa dengan menggunakan teknologi sederhana yang sistem pengerjaan pembangunan dengan swakelola,” ucap Indra Syahputra lagi.
Sedangkan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Pekan Tanjung Beringin, Nursshofi, sebagai pelaksana pengerjaan bangunan tersebut mengatakan, bahwa dalam proses pembangunan jalan program kotaku sempat terkendala oleh cuaca ekstrim dan bencana banjir di bulan November dan Desember 2022 lalu.
“Bencana banjir bulan November dan Desember 2022 lalu, tidak menimbulkan kerusakan bangunan jalan yang cukup parah, hanya saja terjadi terkikisnya ter dan coran di beberapa titik dikarenakan disaat melakukan pengecoran dan pengeteran pada cuaca mendung dan hujan. Memang pada saat itu tingkat curah hujan memang tinggi,” ucap Nursshofi.
Nurusshofi juga menjelaskan bahwa pihak pelaksana saat ini sudah melakukan pengeteran ulang akibat terkikis tersebut, bukan saja itu, tetapi juga melakukan perbaikan terhadap bangunan yang rusak akibat bencana banjir tersebut. ” Kami sudah melakukan perbaikan, walau tidak begitu parah rusak yang diakibatkan becana tersebut, seperti ter yang terkikis, kami akan lakukan pengeteran ulang,” ucapnya lagi.
Nursshifi juga menyampaikan bahwa pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai juknis dari kementrian PUPR dan pendamping Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumut II.
Beberapa warga sempat dikonfirmasi media ini saat berkunjung dibeberapa lokasi bangunan. Beberapa warga Desa Pekan Tanjung Beringin tersebut merasa puas dengan bangunan infrastruktur yang berasal dari program Kotaku tersebut.
Salah satunya, Haidir Sargi, salah seorang warga dusun 5, Desa Pekan Tanjung Beringin, yang mengaku jalan dusunnya yang dahulu berlumpur dan berlobang, sekarang sudah tidak lagi.
“Hampir 20 tahun kami merasakan jalan di dusun kami yang berlumpur dan berlobang, sekarang sudah tidak lagi, impian kami bersama warga yang lainnya sudah terwujud,” ucap Haidir Sargi yang sangat puas dengan jalan di dusunnya sudah terlihat mulus.
Ucapan terimakasih kepada Pemerintah juga diucapkan oleh Haidir Sargi, atas terbangunnya jalan di dusunnya itu. “Kami mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat, atas dibangunnya jalan di dusun kami,” ucapnya lagi.
Hal serupa juga disampaikan oleh Eli, warga dusun yang sama, yang menyampaikan rasa senangnya terhadap bangunan jalan Kotaku tersebut. Bagaimana tidak, dengan program Kotaku tersebut, jalan di dusunnya menjadi mulus dan licin.
Begitu juga dengan Nuraini, warga Dusun 2 Kelapa Sawit, juga memberikan apresiasi terhadap bangunan jalan didusunnya yang juga merupakan program Kotaku, yang dilaksanakan oleh LPM desa Pekan Tanjung Beringin ini.” Bangunanya bagus, ketebalannya pun sangat bagus;” ucapnya. (Aripin).















