Gorontalo — Sejarah politik dan kepemimpinan kembali terukir di Gorontalo. Momentum penyambutan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Sabtu (09/05/2026), menjadi simbol kuat lahirnya representasi perempuan dalam arena kekuasaan yang semakin diperhitungkan.
Di tengah dinamika pembangunan daerah dan tantangan sosial-politik yang terus berkembang, sosok Idah Syahidah tampil bukan sekadar sebagai pelengkap dalam struktur pemerintahan. Ia hadir membawa pesan tentang kapabilitas, kesetaraan, dan pembuktian bahwa perempuan mampu berdiri sejajar dalam ruang pengambilan keputusan.
Penampilan Idah saat menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto menuai perhatian publik. Tampil percaya diri dan berwibawa, Idah dianggap merepresentasikan wajah baru kepemimpinan perempuan di Gorontalo. Momen tersebut tidak hanya menjadi seremoni kenegaraan, tetapi juga menghadirkan makna simbolik tentang perubahan cara pandang terhadap perempuan di dunia politik dan pemerintahan.
Pada awal era reformasi, isu kesetaraan gender menjadi salah satu agenda besar yang terus diperjuangkan para aktivis perempuan. Sistem sosial yang menempatkan perempuan sebagai kelompok “second line” dalam pengambilan keputusan kerap mendapat kritik tajam. Kini, perlahan stigma tersebut mulai terkikis melalui hadirnya figur-figur perempuan yang mampu menunjukkan kapasitas melalui kerja nyata.
Di Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie menjadi salah satu contoh konkret dari perubahan itu. Kapabilitas yang dimilikinya membuat publik menilai bahwa perempuan tidak lagi hanya berada di balik bayang-bayang kepemimpinan laki-laki, melainkan mampu menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah.
Duet kepemimpinan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah dinilai menghadirkan wajah kolaboratif dan progresif dalam pemerintahan Provinsi Gorontalo. Dalam berbagai agenda pemerintahan, Gusnar Ismail disebut kerap memberikan ruang dan kepercayaan besar kepada Idah untuk mewakili pemerintah daerah.
Kepercayaan tersebut dijawab Idah dengan pelaksanaan tugas yang dinilai penuh tanggung jawab. Kehadirannya di ruang-ruang strategis pemerintahan turut menumbuhkan optimisme baru bagi kaum perempuan, khususnya di Gorontalo dan Indonesia Timur.
Lukisan sejarah antara Idah Syahidah Rusli Habibie dan Presiden Prabowo Subianto di Gorontalo pun dipandang akan terus diingat publik. Momen itu menjadi penegasan bahwa kualitas kepemimpinan hari ini tidak lagi ditentukan oleh gender, melainkan oleh kemampuan, integritas, dan kapabilitas dalam bekerja untuk masyarakat.















