Pabrik Nata De Coco di Gorontalo Terancam Tutup, Bupati Nelson Cari Solusi Selamatkan 255 Pekerja dan Aset Daerah

Dailypost.id
Foto: Bupati Nelson bersama Kapolres Gorontalo, Sekda, Pimpinan OPD usai melakukan tatap muka dengan ratusan kariyawan PT. Tri Jaya Tangguh Dok: Kominfo Kab Gorontalo

DAILYPOST.ID , Limboto – Pabrik Nata De Coco yang beroperasi di Kecamatan Tibawa milik pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo dan dikontrak oleh PT Tri Jaya Tangguh kini menuai polemik. Pasalnya, pihak perusahaan menyatakan tidak ingin melakukan perpanjangan kontrak, sehingga 255 karyawan akan kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran.

Untuk mengatasi keresahan para karyawan, Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo menemui ratusan karyawan pabrik tersebut dan memberikan beberapa solusi. Ia menegaskan bahwa pabrik Nata de Coco adalah milik dan aset Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang dikerjasamakan dengan pihak perusahaan, dan ada dua hal yang harus diselamatkan yaitu para pekerja dan aset perusahaan.

Nelson mengusulkan tiga cara untuk mengoperasikan kembali pabrik ini, yakni melakukan negosiasi kembali dengan PT. Tri Jaya Tangguh, mencari investasi baru, atau Pemerintah Daerah akan mengelolanya. “Ini tidak sekedar menyelamatkan aset tapi pendapatan pekerja, sekaligus PAD termasuk petani kelapa sehingga ada alternatif mereka memasukan kelapa disini,” terang Nelson.

Baca Juga:   Pembangunan RS Boliyohuto Dilanjutkan, Maret Ini Rampung

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Keuangan, Hariyanto Manan menjelaskan kronologi pabrik ini tidak memperpanjang kerjasamanha. Pemkab Gorontalo sudah melakukan koordinasi dengan pihak Tri Jaya Tangguh terkait pemberian informasi bahwa pelaksanaan kerja sama akan berakhir tanggal 2 Maret tahun 2023.

Namun, tanggapan resmi secara tertulis dari PT Trijaya Tangguh tidak ada. Setelah pemkab Gorontalo menyurat, pihak perusahaan juga tidak memberikan respon.

“Pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak akan membiarkan para pekerja atau buruh ini terkatung-katung dan menjadi pengangguran. Mereka ini sudah berkeluarga yang harus dibiayai, jadi sebagai Pemerintah kami benar-benar memberi perhatian penuh dengan membuat beberapa solusi tadi agar mereka bisa bekerja lagi,” tegas Nelson. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak pabrik Nata De Coco yang sudah membayarkan THR kepada para pekerja.

Baca Juga:   Seriusi Kenaikan Harga Bahan Pokok, Bupati dan Penjagub Turun Langsung ke Pasar Limboto

Saat ini, pemerintah sedang mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan di pabrik Nata De Coco. Keamanan dari Satpol PP juga sudah diminta untuk menjaga aset pabrik ini.

“Kita kelola, kira-kira masih butuh berapa sehingga bisa beroperasi dengan baik. Akan bentuk tim sehingga bulan Mei nanti sudah jalan, kalau tidak aset ini akan rusak,” kata Nelson. Aset ini pun diharapkan bisa menghasilkan pendapatan dan memberikan alternatif bagi petani kelapa. (IrfanM)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Baca Juga:   Uji Sampel Takjil, Bupati Gorontalo Apresiasi Langkah Pencegahan BPOM
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia