, Gorontalo – Festival Pesona Danau Limboto telah dibuka secara resmi oleh Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, di kawasan pesisir Danau Limboto pada Sabtu malam (19/11/2022).
FPDL yang merupakan even tahunan ini akhirnya bisa terselenggara kembali, setelah sebelumnya harus terhenti selama 2 tahun karena pandemi covid-19.
Kegiatan ini merupakan ajang untuk memperkenalkan Danau Limboto serta budaya yang ada di Gorontalo kepada daerah lain. Berbagai hal akan dilakukan dalam even tersebut, salah satunya pameran UMKM kerajinan tangan khas Gorontalo. Kerajinan tangan yang menjadi ciri khas Gorontalo ini diantaranya karawo dan kopiah karanji.

Pameran karawo dan kopiah karanji ini mendapat perhatian dari Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo, Hendra S. Hemeto. Menurutnya, hasil tenun karawo dan kopiah karanji sangatlah indah dan memiliki kualitas terbaik.
Hal tersebut ia ungkapkan saat mengunjungi pameran UMKM yang berlangsung di kawasan Pentadio Resort. Di tempat itu ia melihat berbagai macam jenis karawo yang merupakan kebanggan rakyat Gorontalo.
“Karawo ini adalah baju khas Gorontalo, dan saya lihat karawo yang ditampilkan di sini sangat bagus, ini patut diapresiasi, saya suka. Begitu juga dengan kopiah karanji, ini unik, dan hanya ada di Gorontalo,” ungkap Wabup Hendra.
Meskipun dibandrol dengan harga yang tidaklah murah, Wabup Hendra meyakini bahwa kerajinan tangan khas daerahnya tersebut sangat diminati banyak orang, bahkan yang dari luar daerah.
“Harga itu mencerminkan kualitas dari barangnya, jadi wajar kalau harganya agak mahal. Tapi saya yakin banyak peminat dari karawo dan kopiah karanji,” tuturnya.
Ia berharap para pengrajin karawo dan kopian karanji mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Agar ciri khas Gorontalo tidak hilang dimakan waktu.
“Ini harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah, jangan sampai para pengrajinnya tidak ada lagi,” pungasnya. (Iyal)














