Labuhanbatu – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melaksanakan kegiatan Peninjauan dan Penetapan Lokasi Kawasan Peternakan Sapi Potong Berbasis Kelompok Tani Ternak (KTT) di Desa Tebing Tinggi Pangkatan, Kecamatan Pangkatan, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kawasan peternakan unggulan yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat peternak.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Labuhanbatu, Camat Pangkatan, Kepala Bappeda Kabupaten Labuhanbatu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Labuhanbatu, Plt. Kepala Desa Tebing Tinggi Pangkatan, Tim Penetapan Lahan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Sekretaris Dinas Peternakan, Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Peternakan, serta para anggota Kelompok Tani Ternak setempat.
Peninjauan lapangan dilakukan sebagai bagian dari proses verifikasi dan penetapan kawasan peternakan sapi potong yang akan menjadi sentra pengembangan peternakan berbasis kelompok tani ternak di Kabupaten Labuhanbatu. Desa Tebing Tinggi Pangkatan dipilih berdasarkan hasil verifikasi administrasi dan lapangan yang menunjukkan kesiapan lokasi, potensi sumber daya, serta dukungan masyarakat terhadap pengembangan kawasan peternakan.
Pengembangan kawasan ini merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam pengembangan Kawasan Pertanian Komoditas Peternakan Provinsi Sumatera Utara. Desa Tebing Tinggi Pangkatan Kecamatan Pangkatan ditetapkan sebagai lokasi Kawasan Peternakan Sapi Potong Berbasis Kelompok Tani Ternak dengan luas kawasan sekitar 10.000 meter persegi, didukung populasi sapi potong sebanyak 2.721 ekor dan 1.769 ekor indukan produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Labuhanbatu menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, kelompok tani ternak, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan kawasan peternakan yang mampu meningkatkan produktivitas, nilai tambah ekonomi, dan daya saing daerah. Pengembangan kawasan peternakan tidak hanya berorientasi pada peningkatan populasi ternak, tetapi juga diarahkan pada penguatan rantai nilai peternakan mulai dari penyediaan pakan, pembibitan, penggemukan, pengolahan hasil hingga pemasaran.
Secara strategis, pengembangan kawasan peternakan sapi potong di Desa Tebing Tinggi Pangkatan juga mendukung konsep integrasi perkebunan dan peternakan yang menjadi salah satu peluang investasi unggulan Kabupaten Labuhanbatu. Dengan basis perkebunan yang luas dan posisi wilayah yang strategis, sektor peternakan diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.
Selain itu, pengembangan kawasan peternakan sapi potong ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi inovasi yang mendorong lahirnya berbagai model pengelolaan peternakan modern, pengembangan pakan berbasis sumber daya lokal, pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk organik, serta penguatan kemitraan antara pemerintah, kelompok tani, dunia usaha, dan lembaga keuangan.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu optimistis pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Potong Berbasis Kelompok Tani Ternak di Desa Tebing Tinggi Pangkatan akan menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, peningkatan pendapatan peternak, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.















