, Jakarta – Baru-baru ini warga net dihebokan dengan viralnya sebuah video kasus penganiayaan yang melibatkan putra petinggi GP Ansor David (17) dan Mario Dandy Satriyo (20), yang merupakan anak dari Rafael Alin Trisambodo seorang pejabat tinggi Ditjen Pajak.
Warga net menyoroti perihal gaya hidup hedon oleh seorang anak pejabat pajak yang sering dibagikan pada akun tiktok Mario Dandy Satriyo.
Tak hanya itu, baru-baru ini juga heboh kabar tentang munculnya sebuah video yang dipublis oleh kanal YouTube Belasting Rijder pada 3 tahun lalu. Dalam video tersebut menampilkan sosok Dirjen Pajak, Suryo Utomo, sedang mengendarai motor gede (moge) berasal dari pejabat Ditjen Pajak lainnya.

Atas kejadian penganiayaan itu mengharuskan tiga Menteri Joko Widodo buka suara, mulai dari Menag Yaqut Cholil Qoumas, Menko Polhukam Mahfud MD, dan tentunya Menkeu Sri Mulyani.
Ketiga menteri itu mengecam keras aksi penganiayaan yang dilakukan Mario, anak dari pejabat pajak.
Menag Yaqut Cholil Qoymas, mantan Ketua Umum PP GP Ansor juga mengecam aksi tidak terpuji terhadap anak pengurus GP Ansor.
Yaqut menyebut, korban D merupakan anaknya juga karena dia adalah anak Pengurus GP Ansor.
“Anak kader, anakku juga. Catat ini!” ujar Yaqut, dikutip dari akun Twitter resminya @YaqutCQoumas, Kamis (23/02/2023).
Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD juga mengecam penganiayaan itu. Dirinya menegaskan tidak ada kata damai terkait kasus tersebut.
“Tidak ada perdamaian atau permaafan dalam hukum pidana,” kata Mahfud dalam cuitannya.
Mahfud menekankan penganiayaan yang dilakukan anak pejabat harus diproses hukum. Dia juga mendorong ayah Mario Dandy diperiksa.
Selain itu, Sri Mulyani mengutuk penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu putra dari jajaran Kemenkeu Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak).
“Kami mengutuk penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu putra dari jajaran Kemenkeu Direktorat Jenderal Pajak,” kata Sri Mulyani dalam jumpa pers, Jumat, 24 Februari 2023. (Jefri)















