Prof. Musdah Mulia: Kebebasan Perempuan di Dunia Muslim Hadapi Tiga Tantangan

Dailypost.id
Musdah Mulia. Foto: Satupena

DAILYPOST.ID , Jakarta – Perjuangan kebebasan perempuan di dunia muslim menghadapi tiga tantangan; teologis, kultural, dan struktural.

Secara teologis, pemuka agama Islam mayoritas adalah laki-laki, konservatif, tidak memahami literasi agama, dan tidak demokratis.

Hal itu diungkapkan Prof. Dr. Musdah Mulia, dalam Obrolan HATI PENA #10, bertema “Masa Depan Kebebasan Perempuan di Dunia Muslim” yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA di Jakarta, Minggu, 24 Oktober 2021.

Musdah Mulia adalah penulis buku Ensiklopedi Muslimah Reformis dan Founder MR Foundation.

Tentang tantangan kultural, Musdah menjelaskan, umumnya umat Islam masih terpasung dalam budaya patriakal dan feodalistik.

Mereka meyakini ajaran agama sebagai hukum Tuhan yang mutlak, dan tidak dapat berubah.

“Mereka menganut pandangan konservatif, cenderung tidak kritis dan rasional dalam agama. Sehingga sulit menerima ide pembaruan, seperti hak asasi, demokrasi, dan pluralisme,” ujar Musdah.

Tentang tantangan struktural, Musdah menunjukkan, umumnya undang-undang dan kebijakan publik belum kondusif bagi tegaknya demokrasi, yang mengedepankan prinsip kesetaraan dan keadilan.

“Umumnya pejabat pemerintah dan tokoh agama takut bicara isu sensitif, seperti demokrasi, hak asasi, pluralisme, dan gender. Mereka takut kehilangan jabatan dan tidak populer,” kata Musdah.

Di sisi lain, umumnya cendekiawan dan tokoh agama progresif lebih memilih diam. Mereka takut disebut liberal dan sekuler. Juga takut mendapat stigma dan persekusi dari kelompok radikal. ***

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia