, Medan –Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menargetkan sebanyak 300 ribu pengunjung pada penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang akan berlangsung selama 31 hari, mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026. Target tersebut diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Target tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, saat temu pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobi Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (2/6/2026).
Menurut Sulaiman, penyelenggaraan PRSU tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi budaya, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
“Target 300 ribu pengunjung tentu akan mendorong perputaran ekonomi yang besar. Dampaknya akan dirasakan oleh UMKM, pelaku ekonomi kreatif, hingga sektor jasa dan pariwisata,” ujar Sulaiman.
PRSU tahun ini menjadi penyelenggaraan yang istimewa karena menandai perhelatan ke-50 sejak pertama kali digelar. Mengusung tema “Harmoni Emas”, PRSU diharapkan menjadi momentum memperkuat identitas budaya Sumatera Utara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Selain menghadirkan pameran pembangunan, budaya, dan produk ekonomi kreatif, PRSU 2026 juga akan diramaikan berbagai kompetisi yang melibatkan masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain lomba tari kreasi, berbagai perlombaan seni budaya, hingga tantangan media sosial yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan tren digital saat ini.
Pada acara pembukaan, panitia juga menyiapkan sejumlah atraksi hiburan, termasuk penampilan artis lokal dan nasional serta pertunjukan drone LED yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Tidak hanya itu, PRSU ke-50 juga menghadirkan berbagai layanan publik dan stan pelayanan masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi pojok pajak, stan promosi dan kemudahan investasi, kegiatan donor darah, hingga layanan pemeriksaan kesehatan bagi pengunjung.
Sulaiman mengatakan antusiasme pemerintah daerah untuk berpartisipasi dalam PRSU tahun ini cukup tinggi. Hingga awal Juni 2026, sebanyak 28 dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara telah mengonfirmasi keikutsertaannya, sementara daerah lainnya masih dalam proses finalisasi.
“Kami optimistis seluruh kabupaten dan kota dapat berpartisipasi. PRSU merupakan etalase pembangunan daerah sekaligus sarana promosi potensi unggulan masing-masing daerah,” katanya.
Selain peserta dari dalam negeri, Pemprov Sumut juga membuka peluang partisipasi dari negara sahabat yang selama ini rutin mengikuti PRSU. Menurut Sulaiman, sejumlah perwakilan negara telah menjalin komunikasi terkait keikutsertaan mereka pada perhelatan tahun ini.
“Kami juga masih menunggu konfirmasi dari negara sahabat yang biasanya ikut berpartisipasi. Konsul Jenderal Malaysia sudah menghubungi saya terkait keikutsertaan stan Pulau Penang pada PRSU tahun ini,” ujarnya.
PRSU ke-50 akan digelar di kawasan Pekan Raya Sumatera Utara, Jalan Gatot Subroto, Medan. Perhelatan tahunan tersebut diharapkan menjadi salah satu agenda unggulan yang mampu menarik kunjungan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Sebagai identitas penyelenggaraan tahun ini, panitia menetapkan orangutan sebagai maskot resmi PRSU ke-50. Maskot tersebut dipilih sebagai simbol kekayaan fauna Sumatera sekaligus upaya meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian satwa dan lingkungan.
“Maskot PRSU tahun ini dipilih langsung oleh Bapak Gubernur, yaitu orangutan yang menjadi bagian dari kekayaan hayati Sumatera Utara,” kata Sulaiman. (JMac)















