Rumah Kumuh di Desa Katialada Gorut Dibahas dalam FGD

Dailypost.id

DAILYPOST.ID , Gorontalo Utara – Kawasan kumuh pada umumnya dihubung-hubungkan dengan masalah kesehatan karena kondisinya yang tidak higienis.

Salah satu indikator untuk mengetahui sebuah kawasan tergolong kumuh atau tidak, adalah tingkat kepadatan kawasan, kepemilikan lahan dan bangunan, serta kualitas sarana dan prasarana yang ada dalam kawasan tersebut.

Penanganan kawasan kumuh tersebut, dituangkan dalam dokumen rencana Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh (RP2KPKPK).

Terkait dengan hal itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Gorontalo Utara, mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu dan dilaksanakan di Rumah Marly Cafe & Resto Kota Gorontalo, Rabu (01/12/2021).

Baca Juga:   UG di Usia 19 Tahun, Jamal : Kita Perguruan Tinggi yang Kuat

Menurut wabup, kegiatan FGD lebih fokus pada pembahasan laporan akhir dokumen.

Dari hasil yang dikaji oleh tim konsultan, kawasan yang paling rawan tingkat kumuhya adalah yang berada di Desa Katialada pelabuhan Kwandang. Meski locusnya berada di Kecamatan Anggrek dan Kecamatan Kwandang.

“Setelah dilihat, walaupun locusnya Kecamatan Kwandang dan Anggrek, tetapi setelah dilakukan kajian oleh tim konsultan, rupanya yang paling rawan tingkat kekumuhannya adalah yang ada di bagian Desa Katialada, pelabuhan Kwandang,” tandasnya.

Oleh karenanya, kata wabup, perancangan dokumennya lebih difokuskan pada Desa Katialada, pelabuhan Kwandang. Sebab di bagian belakang pemukiman penduduk terdapat mangrove.

“Tim konsultan juga berencana, dokumen RP2KPKPK sebagai dokumen yang akan diajukan kepada kementerian APBN. Karena masalah perumahan di lokasi itu tidak bisa diselesaikan oleh APBD Gorontalo Utara. Juga ini penting untuk diajukan ke provinsi maupun pusat, agar terjadi pemukiman kembali,” lanjut Thariq.

Baca Juga:   FISIP Universitas Gorontalo Ketambahan Dosen Berkualifikasi Doktor

Thariq juga mengungkapkan, strategi yang akan digunakan yakni pemugaran dan pemukiman kembali.

“Itu juga dokumen yang masuk dalam pembahasan, dan diharapkan bisa disinkronkan dengan kawasan pedesaan dari kementerian desa,” ujarnya.

“Tujuannya adalah, agar pemerintah daerah juga turut membackup program kementerian desa untuk kawasan empat desa. Yakni, Katialada, Otiola, Ponelo dan Malambe. Sehingga ke depan, semua desa ini bisa kita buat jadi indah,” pungkas Thariq. (Adv/Daily25)

Artikel Rumah Kumuh di Desa Katialada Gorut Dibahas dalam FGD dimuat via news.dailypost.id.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Baca Juga:   Kartu Tani Belum Efektif, Petani di Kabupaten Malang Kesulitan Pupuk
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia