Sepi di Pasar Tetap Ramai Transaksi Secara Virtual Via Pasar.id

Dailypost.id
Potret pedagang di pasar tradisional Limboto. (Foto: Dailypost.id)

DAILYPOST.ID Limboto Deretan sejumlah lapak di pasar tradisional Limboto tampak sepi pengunjung. Namun bukan berarti produk yang mereka jual tak ada yang membeli. Kok, bisa?

Rupanya sebagian para pedagang di pasar itu sudah memanfaatkan teknologi digital untuk bertransaksi dengan para konsumennya. Ya, melalui aplikasi Pasar.id transaksi jual-beli tetap terjadi dengan lebih efisien. Sebab, antara pedagang dan pembeli tak perlu buang-buang waktu untuk melakukan negosiasi atau tawar-menawar harga barang.

Pasar.id adalah marketplace terobosan PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang dirancang khusus untuk mempertemukan pedagang pasar dengan pembeli secara virtual.

Salah satu pedagang yang merasakan manfaat dari Pasar.id adalah Neneng Cahyani, pedagang rempah-rempah di Pasar tradisional Limboto. Neneng, yang telah berjualan sejak tahun 2010, mengaku bahwa Pasar.id sangat memudahkan dirinya dalam berdagang.

“Sejak begabung dengan Pasar.id satu tahun lalu,  dagangan saya semakin laris. Saya pun bisa melayani pelanggan-pelanggan yang tidak ingin repot-repot datang berbelanja ke pasar,” kata Neneng saat berbincang dengan Dailypost.id pada Sabtu (23/03/2024).

Menurut Neneng, penggunaan Pasar.id sangat mudah. Pedagang hanya perlu mengunduh aplikasi melalui playstore, menampilkan produknya, dan menunggu konsumen memilih dan membeli produk tersebut. Setelah itu, pedagang hanya perlu melakukan pengiriman barang dan menanti pembayaran

Baca Juga:   Rumah Kreatif BUMN Gorut Dorong UMKM Kembangkan Inovasi Lewat Pelatihan Kewirausahaan

“Hampir sama seperti aplikasi belanja online pada umumnya. Dalam aplikasi ini ada layanan tambah produk, hingga laporan pengiriman,” ucapnya.

Dalam sehari, Neneng mengaku bisa melayani 40 konsumen melalui Pasar.id dan 20 konsumen secara offline.

“Kalau dibandingkan sewaktu belum ada aplikasi ini, dalam sehari saya hanya melayani 10-20 konsumen yang datang langsung ke lapak,” tutur perempuan 40 tahun itu.

Selain dikenalkan penggunaan aplikasi Pasar.id, ia juga bergabung dengan kredit usaha rakyat (KUR) untuk menambah modal usahanya.

“Kalau KUR ini sejak satu tahun lalu, pastinya untuk modal pengembangan usaha,” bebernya.

Ia berharap, sebagai pedagang pasar dengan adanya digitalisasi semacam ini. Bisa menambah gairah UMKM klaster pedagang pasar dalam bertransaksi, karena aplikasi semacam ini sangat memudahkan dan simpel.

“Kalau sibuk tidak perlu jauh-jauh datang ke pasar tradisional. Tinggal pencet gadget dan pilih barang belanjaan, tinggal kirim kemudian sampai bayar, memudahkan yang suka pembayaran cash,” imbuhnya.

Tak hanya itu, suami Neneng yang juga merupakan pengemudi bentor (becak motor) merasa diuntungkan karena mendapatkan upah dari setiap pesanan yang diterima. Ongkos kirim yang dikenakan pun menurutnya lebih murah dibandingkan menggunakan ojek online.

Baca Juga:   BRI Peduli Salurkan 637 Unit Ambulans untuk Perkuat Akses Layanan Kesehatan Nasional

“Untuk delivery kita bisa memanfaatkan jasa ojek online, bisa juga memanfaatkan kurir yang ada di sekitar pasar. Jadi kita sebagai pedagang tinggal menambahkan tarif ongkir dari orderan yang masuk,” beber Neneng.

Terpisah, Kepala Unit BRI Limboto, Bahrain Jasin, mengatakan bahwa tujuan utama dari Pasar.id adalah untuk memfasilitasi pedagang pasar tradisional untuk melakukan pemasaran produk mereka lewat dgitalisasi.

“Awalnya ini kita fasilitasi pelaku usaha yang menjadi mitra BRI, namun mulai merambah ke sejumlah pedagang lainnya karena potensi yang dimiliki dari e-commerce ini sangat menguntugkan bagi pedagang maupun pembeli,” ucap Bahrain.

Meski belum semua pedagang terlibat, namun sudah ada 50 pedagang Pasar Tradisional Limboto yang terdaftar di aplikasi Pasar.id.

Bahrain juga mengungkapkan bahwa BRI sedang berupaya untuk mengembangkan pemanfaatan Pasar.id ke pasar modern Limboto, pedagang kuliner, dan toko konvensional yang ada di wilayah kerja Unit BRI Limboto.

“Saat ini kita juga gencar melakukan sosialisasi dan pendataan penggunaan Pasar.id di kalangan pedagang konvensional lainnya, baik secara door to door atau dalam iven-iven sosialisasi pemerintahan,” jelas Bahrain.

Baca Juga:   BRI Cabang Limboto dan KCP Agussalim Serahkan Bantuan Hewan Kurban ke Kemenag

Pasar.id merupakan salah satu terobosan baru dari Bank BRI dalam digitalisasi perdagangan pasar tradisional, yakni dengan memfasilitasi seluruh pedagang pasar di Indonesia untuk melakukan aktivitas jual beli secara daring. Aplikasi ini diluncurkan BRI pada akhir 2020 ketika pandemic Covid-19 melanda tanah air.

(Vita Pakai)
Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia