, Gorontalo – Terkait dengan meninggalnya salah satu mahasiswa baru, Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syari’ah IAIN Gorontalo, Hasan Saputra Sarjono di kegiatan pengkaderan baru-baru ini mengundang banyak pertanyaan dari lapisan masyarakat.
Oleh karena itu mewakili pihak kampus IAIN Gorontalo, Lukman Arsyad, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan mitra memberikan tanggapannya dalam wawancara pada, Selasa (10/10/2023) di ruang rapatnya bahwa, Rektor IAIN Gorontalo telah mengambil langkah untuk mengadakan rapat, di mana dalam rapat tersebut mengintruksikan untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan mahasiswa di luar kampus kecuali yang berkaitan dengan lembaga luar.
“Mendengar informasi itu, pak rektor sudah mengambil langkah mengadakan rapat dan di dalam rapat itu telah membentuk tim investigasi. Pada malam kejadian itu informasi lambat masuk kepada kami. Tapi setelah mendengar itu, kami langsung ke rumah sakit, saya, pak warek II dan dekan syariah di sana kami masih bertemu dengan keluarganya. Kemudian besoknya kami dari pihak kampus juga datang ke pemakaman almarhum,” terangnya.
Lukman mengatakan, pembentukan tim investigasi untuk mengecek seluruh kejadian sampai mengakibatkan salah satu mahasiswa meninggal. Kemudian juga untuk menggali informasi apakah terdapat tindak kekerasan terhadap mahasiswa tersebut.
“Informasi ini masih simpang siur, ada yang mengatakan penyakit asma ada juga yang mengatakan mahasiswa itu tidak memiliki riwayat penyakit apa-apa,” ucapnya.
Ia juga mempersilahkan pihak keluarga untuk melanjutkan ke rana hukum apabila merasa keberatan. Tak hanya itu saja atas kejadian tersebut, kata Lukman pihak kampus akan memberikan beasiswa kepada saudara dari almarhum apabila ada yang melanjutkan ke tingkat pendidikan S2.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk permintaan maaf atas terjadinya insiden itu.
“Hanya sampai di situ kemampuan kami untuk membantu pihak keluarga yang ditinggalkan, kami juga kemarin sudah memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian dari pihak kampus,” pungkasnya.
Terahir, Lukman menuturkan ke depan pihak kampus akan memperketat aturan kegiatan pengkaderan yang akan digelar oleh mahasiswa, agar hal-hal yang serupa tidak terjadi lagi.














