Gorontalo Utara – Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana yang terdiri dari Senat Mahasiswa Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP), Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta), dan Kesatuan Pelajar Mahasiswa Parigi Moutong (KPMIPM) menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Minggu (7/6/2026).
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan selama tiga hari oleh para mahasiswa dan relawan yang tergabung dalam aliansi. Kegiatan penyaluran bantuan ini turut melibatkan berbagai organisasi mahasiswa (Ormawa) di lingkungan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo, serta pengurus KPMIPM.
Dalam proses distribusi bantuan, Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Biau guna memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Berdasarkan arahan pemerintah kecamatan, aliansi memfokuskan penyaluran bantuan di Desa Bualo, yang menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir paling parah.
Setelah tiba di lokasi, para relawan didampingi langsung oleh Kepala Desa Bualo untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Selain menyerahkan bantuan logistik, para mahasiswa juga berinteraksi langsung dengan masyarakat guna melihat dan merasakan kondisi yang tengah dihadapi warga pascabencana.
Ketua Umum KPMIPM, Moh. Zikra Ake, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.
“Ini merupakan komitmen kami sebagai relawan Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana. Kami tidak hanya ingin memberikan bantuan, tetapi juga hadir dan merasakan langsung apa yang dirasakan oleh masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi yang terbangun antara Senat FKTP, Senat Faperta, dan KPMIPM menjadi langkah awal dalam membangun gerakan kemanusiaan yang lebih luas dan berkelanjutan. Aliansi ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan kemanusiaan, khususnya ketika terjadi bencana alam di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.
Senada dengan itu, Ketua Senat Mahasiswa FKTP, Laode M. Zulfikar, berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti pada aksi kemanusiaan kali ini.
“Saya berharap aliansi ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut melalui berbagai aksi kemanusiaan berikutnya. Semangat kolaborasi dan kepedulian sosial yang telah dibangun harus terus dijaga demi membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan di lingkungan akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat saat menghadapi situasi darurat dan bencana.














