Santri Diminta Siap Jadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa, Menteri Nusron Sampaikan Pesan di Milad YASPIDA

Dailypost.id

DAILYPOST.ID , Sukabumi – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak para santri untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Milad ke-26 Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Menteri Nusron, santri memiliki peluang besar untuk berkontribusi di berbagai sektor kehidupan, mulai dari bidang keagamaan, pemerintahan, hingga kepemimpinan nasional. Karena itu, para santri harus terus meningkatkan kapasitas diri agar siap menghadapi tantangan masa depan.

“Santri harus siap menjadi pemimpin di berbagai bidang. Ada yang menjadi ulama, ada yang menjadi teknokrat, dan ada yang menjadi pemimpin bangsa. Semua harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Nusron Wahid.

Di hadapan ratusan santri, Menteri Nusron menekankan pentingnya memiliki visi yang jelas dalam menjalani pendidikan. Ia mengibaratkan santri sebagai generasi yang suatu saat harus siap melanjutkan dan menggantikan peran para pendahulu dalam membangun bangsa.

Ia menjelaskan bahwa kemajuan masyarakat membutuhkan sinergi antara ilmu keagamaan, kemampuan teknokrasi, dan kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan. Ketiga unsur tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menciptakan kesejahteraan umat dan kemajuan negara.

Pesantren, lanjut Menteri Nusron, memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pembangunan nasional.

Selain itu, para santri juga didorong untuk meningkatkan literasi politik agar memiliki pemahaman yang baik terhadap kebijakan publik dan kehidupan berbangsa. Dengan demikian, mereka dapat berpartisipasi aktif dalam menentukan arah pembangunan Indonesia di masa mendatang.

“Santri tidak boleh apatis terhadap politik. Santri harus memahami kebijakan publik dan kehidupan berbangsa agar mampu ikut menentukan arah pembangunan bangsa,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Nusron juga menyerahkan sertipikat tanah wakaf kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA, K.H. E.S. Mubarok. Penyerahan sertipikat ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas aset lembaga pendidikan keagamaan.

Dengan adanya sertipikat tanah wakaf, aset pesantren diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pendidikan, dakwah, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Kapolres Sukabumi AKBP Samian, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi Wendi Isnawan, serta sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan lainnya.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia