Gorontalo — Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyu Moridu, menyempatkan diri untuk meninjau langsung kondisi tanggul yang jebol di Desa Dulupi, Kecamatan Dulupi, Selasa (29/10/2024), yang sekaligus merupakan kampung halaman Wahyu. Kejadian tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait keselamatan dan kondisi gedung Madrasah Tsanawiyah (MTS) Dulupi yang terancam oleh dampak kerusakan tanggul yang semakin parah.
Wahyu Moridu mengungkapkan bahwa kondisi tanggul yang jebol tersebut sudah mulai membahayakan fasilitas pendidikan di desa tersebut. “Tanggul yang jebol ini sudah mulai mengancam gedung MTS Dulupi, yang jika dibiarkan bisa berpotensi merusak gedung sekolah beserta fasilitas yang ada,” ungkap Wahyu. Menyadari pentingnya tindakan cepat, dirinya segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo untuk mencari solusi.
“Kami mengkhawatirkan kalau masalah ini tidak segera mendapat perhatian, bisa-bisa memakan korban atau merusak gedung sekolah. Saya berharap Pemerintah Provinsi, melalui Dinas PUPR, segera mengambil tindakan,” tambahnya. Wahyu mengungkapkan rasa syukurnya karena pihak Dinas PUPR memberikan respons positif terhadap laporan tersebut.
Kedatangan Wahyu Moridu di lokasi tanggul jebol juga disambut oleh staf dewan guru Madrasah Tsanawiyah Dulupi. Di sela-sela kunjungannya, Wahyu turut menyempatkan waktu untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan para guru yang ada di MTS Dulupi. “Tadi sempat ngobrol-ngobrol juga dengan para guru, mendengarkan curahan hati mereka. Saya berharap aspirasi mereka bisa saya bawa dan menjadi perhatian bagi pihak berwenang,” ujar Wahyu.
Dengan langkah cepat yang diambil oleh Wahyu, diharapkan persoalan ini segera mendapatkan solusi dari pemerintah, mengingat pentingnya keberlanjutan proses pendidikan dan keselamatan masyarakat di Desa Dulupi.














