Malang — Di hadapan ratusan pelajar SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menyampaikan pesan kuat tentang peran krusial tanah dalam pembangunan nasional, Sabtu (03/05/2025). Ia menekankan bahwa tanah bukan hanya tempat berpijak, melainkan sumber daya strategis yang menentukan masa depan bangsa, khususnya dalam konteks ketahanan pangan dan kedaulatan negara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari sesi Jumpa Tokoh Nasional, yang rutin digelar untuk membentuk wawasan kebangsaan dan kepemimpinan bagi para taruna. Dalam kesempatan tersebut, Ossy menyampaikan urgensi literasi pertanahan sejak dini kepada generasi muda, terutama mereka yang akan menjadi pemimpin masa depan.
Menurut Ossy, tantangan masa depan tidak lagi sekadar pada penguasaan teknologi, tetapi juga pengelolaan sumber daya secara adil dan berkelanjutan. “Tanah adalah aset strategis yang harus dijaga dan dikelola secara bijak. Jika tidak, kita akan menghadapi krisis, bukan hanya ekonomi, tapi juga sosial dan lingkungan,” ungkapnya.
Ia mengajak para Taruna untuk memahami sejak dini bahwa pengaturan tanah memiliki kaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, dari pangan, tempat tinggal, hingga ruang hidup yang layak.
Dalam paparannya, Wamen ATR menyoroti persoalan ketahanan pangan yang kian mendesak. Menurutnya, tidak mungkin membangun kedaulatan pangan tanpa adanya kepastian penguasaan dan pemanfaatan lahan pertanian.
“Jika tanah tidak terdata dengan benar atau dikuasai secara tidak merata, petani akan kehilangan akses. Maka, kita tidak bisa berharap banyak pada sektor pertanian,” jelas Ossy.
Pernyataan ini sejalan dengan program nasional pemerintah yang sedang fokus pada legalisasi aset dan redistribusi lahan sebagai bagian dari reforma agraria.
Ossy juga mendorong agar pendidikan di sekolah-sekolah unggulan seperti SMA Taruna Nusantara tidak hanya menekankan pada disiplin dan ilmu eksakta, tetapi juga pada kesadaran agraria dan pengelolaan ruang hidup yang adil. Ia berharap, generasi muda dapat menjadi pionir dalam membangun tatanan pertanahan yang lebih berpihak kepada rakyat.
“Sebagai calon pemimpin bangsa, kalian harus paham bahwa tanah bukan sekadar data di sertifikat. Tanah adalah bagian dari identitas, kesejahteraan, dan kedaulatan bangsa,” tuturnya. (Ad/d09)















