, Gorontalo – Sebanyak 36 orang yang terdiri dari Jajaran Polsek Kecamatan Dungaliyo, Camat, serta Kepala Desa se-Dungaliyo menjalani Vaksinasi Covid-19 tahap II, yang dipusatkan di Puskesmas Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Jumat (19/3/2021).
Kepala Puskesmas (Kapus) Dungaliyo, dr. Hais Kuengo, saat ditemui mengaku bangga dengan antusiasme masyarakat dan pejabat publik terhadap vaksinasi ini.
“Alhamdulillah masyarakat Kecamatan Dungaliyo sangat antusias dengan pelayanan publik vaksinasi covid-19. Hari ini kami melaksanakan vaksinasi tahap II yang diikuti oleh sekitar 36 orang,” ungkap dr. Hais Kuengo.
Kepus Kecamatan Dungaliyo menambahkan, hingga pelaksanaan vaksinasi tahap II, pihaknya tidak menerima keluhan akan vaksinasi tahap I.
“Ya, Alhamdulillah tidak ada keluhan pada vaksinasi tahap I, paling hanya rasa ngantuk dan lapar,” tukasnya.
Di kesempatan tersebut, dr. Hais mengharapkan kepada masyarakat agar tidak termakan isu ataupun hoax tentang bahaya vaksin. Sebab vaksin covid-19 itu telah dinyatakan halal dan aman dari pemerintah pusat.

“Masyarakat tidak perlu cemas atau takut. Apalagi sampai percaya pada informasi Hoax di media sosial yang menyebutkan bahwa vaksin ini tidak aman,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Dr. Hais mengatakan, untuk vaksin jenis Sinovac sejauh ini sangat aman digunakan dan telah terbukti di semua provinsi se-Indonesia.
“Yang menjadi kendala serta hal yang mempengaruhi hasil vaksinasi itu adalah ketidakjujuran masyarakat penerima vaksin atas riwayat penyakit yang diderita,” kata dr. Hais.

Khusus Kecamatan Dungaliyo, kata dr. Hais, pihaknya telah melakukan upaya-upaya seperti sosialisasi serta loka karya sektoral, sebelum vaksinasi dilakukan.
“Setelah dilakukan sosialisasi, maka Alhamdulillah mulai dari pejabat publik di sini sudah mau dan tidak ragu-ragu lagi dengan vaksinasi covid-19. Dan akhirnya, sekarang masyarakatpun sangat berantusias untuk mau divaksin. Justu kitanya, yang mengalami keterbatasan vaksin itu,” tutup dr. Hais.
Diketahui, kendala yang ditemui Puskesmas Dungaliyo, hingga saat ini hanya pada pendistribusian vaksin jenis Sinovac itu. (daily07)
Pewarta: Anton B.
Editor: Brigfly















