LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo kembali menunjukkan keberpihakannya kepada pelaku ekonomi rakyat melalui penyaluran bantuan voucher bahan bakar minyak (BBM) gratis bagi pengemudi bentor. Sebanyak 403 pengemudi bentor menerima bantuan pada tahap pertama yang diserahkan di Gedung Kasmat Lahay, Rabu (17/6/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mempersiapkan sektor transportasi rakyat menghadapi pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII Tahun 2026 yang akan menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Penyerahan bantuan dihadiri Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta ratusan pengemudi bentor penerima manfaat.
Program voucher BBM merupakan salah satu kebijakan Pemerintah Kabupaten Gorontalo di bawah kepemimpinan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, dan Wakil Bupati Tonny S. Junus untuk mendukung pelaku transportasi rakyat yang selama ini menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat.
Wakil Bupati Tonny menjelaskan bahwa bantuan akan disalurkan dalam dua tahap kepada total 971 pengemudi bentor yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
“Penyerahan hari ini dilakukan karena bertepatan dengan persiapan PENAS XVII. Pesan Pak Bupati, sebelum kegiatan dimulai voucher ini sudah bisa dicairkan sehingga menjadi modal awal bagi abang bentor untuk membeli BBM saat PENAS berlangsung,” ujar Tonny.
Pada tahap pertama, sebanyak 403 pengemudi menerima voucher BBM, sedangkan sisanya akan disalurkan pada tahap berikutnya.
Setiap pengemudi bentor memperoleh voucher BBM senilai Rp250 ribu, yang setara dengan sekitar 25 liter Pertalite. Voucher tersebut dapat digunakan di delapan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Menurut Tonny, bantuan ini diharapkan mampu membantu meringankan biaya operasional para pengemudi, terutama menjelang meningkatnya aktivitas transportasi selama pelaksanaan PENAS KTNA XVII.
Dengan bertambahnya jumlah tamu dan peserta yang datang ke Gorontalo, para pengemudi bentor diproyeksikan memiliki peluang memperoleh pendapatan yang lebih besar.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo memastikan bantuan disalurkan secara tepat sasaran. Oleh karena itu, seluruh penerima telah melalui proses verifikasi yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Gorontalo.
Persyaratan penerima meliputi kelengkapan administrasi kendaraan serta kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masih berlaku.
“Pemerintah memastikan bantuan ini tepat sasaran. Karena itu seluruh penerima telah melalui proses verifikasi sehingga benar-benar diterima oleh pengemudi bentor yang aktif beroperasi dan memenuhi persyaratan,” jelas Tonny.
Untuk tahap awal, program voucher BBM difokuskan pada pengemudi bentor yang beroperasi di lima kecamatan, yakni Limboto, Limboto Barat, Telaga Biru, Tilango, dan Telaga.
Kelima wilayah tersebut menjadi pusat aktivitas dan mobilitas masyarakat selama pelaksanaan PENAS KTNA XVII, sehingga keberadaan transportasi rakyat dinilai sangat penting dalam mendukung kelancaran kegiatan nasional tersebut.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap program voucher BBM dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan pengemudi bentor sekaligus memperkuat sektor ekonomi informal yang menjadi penopang kehidupan banyak keluarga.
Selain membantu menekan biaya operasional, program ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan PENAS KTNA XVII dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Gorontalo menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program yang berpihak kepada pelaku usaha kecil dan sektor transportasi rakyat, sekaligus menjadikan agenda nasional sebagai momentum untuk menggerakkan ekonomi daerah secara lebih inklusif dan berkelanjutan.















