, Gorontalo– Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo mengadakan rapat kerja (raker) yang mengikutsertakan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo untuk mengevaluasi program dan anggaran yang telah terealisasi.
Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Komisi II, Venny Anwar, Senin (03/07/2023), terungkap bahwa anggaran Dinas Ketahanan Pangan berbanding terbalik dengan pentingnya program-program yang telah dijalankan.
“Realisasi fisik program saat ini mencapai 51%, sedangkan anggaran yang telah terealisasi sebesar 45%,” ungkap Venny Anwar.
Total anggaran program di Dinas Ketahanan Pangan mencapai sekitar 9 miliar rupiah, termasuk dalamnya anggaran untuk belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal.
Meski berbagai program di Dinas Ketahanan Pangan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Gorontalo, anggaran yang dialokasikan untuk Dinas ini ternyata menjadi yang paling minim jika dibandingkan dengan Dinas lainnya.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi Komisi II, yang berharap agar anggaran Dinas Ketahanan Pangan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan program-program yang telah dicanangkan.
“Dinas Ketahanan Pangan memiliki program-program yang berdampak langsung pada masyarakat. Oleh karena itu, keberhasilan Dinas ini dalam melayani masyarakat sangat bergantung pada jumlah anggaran yang disediakan,” tegas Venny Anwar.
Menurutnya, pentingnya peningkatan anggaran untuk Dinas Ketahanan Pangan guna meningkatkan kualitas dan cakupan program-program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Provinsi Gorontalo.
Dengan anggaran yang memadai, Dinas Ketahanan Pangan diharapkan dapat semakin efektif dalam mencapai tujuan kesejahteraan dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
(Rifaldi Saidi)














