Angka Pernikahan di Indonesia Menurun, Terjadi Pergeseran Perspektif

Crew Dailypost.id
Ilustrasi orang menikah. (Foto:istimewa)
Penulis oleh: Jefri Potabuga

DAILYPOST.ID Editorial– Angka pernikahan di Indonesia yang kian menurun kini menjadi perbincangan hangat di sosial media belum lama ini.

Menurut unggahan salah satu akun tiktok milik @forumtoraja dimana dirinya merincikan angka pernikahan sepanjang 2019-2023. Tercatat pada tahun 2023 sebagai angka pernikahan terendah. Sontak unggah tersebut mendapat respon beragam dari para netizen Indonesia.

Dikutip dari unggahan tersebut, data  yang dirilis @bps statistics mengungkapkan jumlah angka pernikahan di Indonesa pada 2023 mencapai 1,58 juta dan mengalami penurunan sebesar 7,516 dibandingkan tahun 2022. Angka pernikahan ini juga merupakan yang terendah dalam satu dekade terakhir.

Dituliskan pula dari segi provinsi, jumlah pernikahan terbanyak pada tahun 2023 terjadi di Jawa Barat, dengan mencatatkan 317.715 pernikahan. Namun jumlah pernikahan terendah pada 2023 terjadi di Papua Selatan, hanya mencapai 871 pernikahan. Sementara itu, Papua Pegunungan jadi satu-satunya provinsi yang tidak mencatatkan pernikahan sepanjang tahun 2023.

Untuk Gorontalo itu sendiri, sebagian besar anak muda juga  banyak yang enggan menikah, padahal dari segi umur sudah terbilang pantas menjalin rumah tangga.

Menurut sejumlah anak muda faktor utama adalah mahalnya ongkos pernikahan yang setiap tahun naik. Pergeseran perspektif soal pernikahan ini sudah menjadi fenomenal di kalangan anak muda itu sendiri.

Begitu pun melalui unggahan milik akun tiktok @kopisaset dimana dalam unggahan tersebut menyentil soal ongkos pernikahan yang cukup mahal.

Hal itu menuai beragam komentar dari netizen di Gorontalo. Salah satu datang dari akun milik @ppppp ia menuliskan keluhannya soal biaya pernikahan yang mahal.

“Hele baru pake yang murah saja 15 juta ke atas ey, belum yang mo urus di awal sampe akhir, yang paling penting amplop yang mo sadia,” tulisnya.

Menurut akun tiktok milik @Ayarii, Perbedaan wanita yang memiliki gelar dan tidak memiliki gelar jumlah uang panai berbeda. “Kalo S1 bisa sampe 200 ka,”cuitnya.

Namun berbanding terbalik dari akun milik @dane, dimana menurut ia sendiri, ongkos nikah yang semakin mahal bukan karena kebutuhan, akan tetapi dikarenakan gengsi.

“100 juta itu hanya menjaga gengsi, agama tidak mempersulit sampai begitu. Modal sesungguhnya itu pasangan(jodoh),” tulisnya dalam komentar.

Andricky Mohammad saat ditemui Dailypost disalah satu warkop di Kota Gorontalo, Sabtu (09/03/2024) mengungkapkan alasan dirinya belum menikah di usai yang sudah terbilang produktif adalah karena ia ingin menjadikan dirinya mapan terlebih dahulu, dalam artian mapan dalam urusan finansial, serta mampu menafkahi lahir bathin.

Karena menurutnya menikah bukan perkara mudah apalagi fenomena sekarang ini banyak anak muda yang mengambil jalan cerai.

“Nikah so bisa, cuman kan saya tidak ingin selalu bergantung pada orang tua, saya ingin berdiri di kaki sandiri dalam artian saya masih memperbaiki finansial saya, dan saya perdana membangun usaha kecil-kecilan dulu, supaya kalau sudah menikah saya sudah bisa mengatasi urusan yang urgen,” ungkapnya.

Dari beberapa ungkapan anak muda tersebut, penulis menarik kesimpulan bahwa banyak anak muda yang enggan menikah dikarenakan beberapa faktor dan faktor yang paling krusial adalah tingginya ongkos pernikahan itu sendiri. Sehingga sebagian anak muda lebih betah sendiri atau menjomblo.

Kira-kira menurut Dailynerz, alasan angka nikah menurun disebabkan karena apa? Tulis di kolom komentar ya!

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia