, Limboto- Sejak awal tahun 2022, harga minyak goreng melambung tinggi dan persediaannya pun terbatas, sehingga ini berdampak di masyarakat khususnya kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Hal ini pun menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Gorontalo khususnya Dinas Koperasi dan UKM sebagai dinas teknis untuk terus memacu peningkatan produktifitas masyarakat.
Oleh karena itu, Bupati Gorontalo mengintsruksikan Dinas Koperasi dan UKM kemudian bergerak cepat (Gercep) melakukan upaya untuk mengurangi kelangkaan minyak goreng.
Langkah pertama yang dilakukan yakni dengan menyalurkan bantuan stimulan biji kelapa kepada para pelaku UMKM minyak kelapa.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Arifin Suaib mengatakan, memanfaatkan pelaku UMKM minyak kelapa ini sengaja dilakukan agar produksi minyak kelapa di daerah meningkat, sehingga potensi kelangkaan bisa diantisipasi.
Tak hanya itu, upaya ini sekaligus dilakukan agar pelaku usaha lokal bisa tetap bertahan dan tumbuh.
Arifin Suaib juga mengatakan, selain memberikan bantuan persediaan bahan baku biji kelapa, ia juga berharap peralatan produksi yang disediakan oleh pemerintah dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM minyak kelapa dalam meningkatkan produksinya.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Koperasi dan UKM akan membantu para pelaku UMKM minyak kelapa untuk memasarkan produk mereka kepada masyarakat.
“Kami juga akan bantu mereka dalam hal pemasaran, jadi akan kami beli produk mereka untuk kami jual kepada masyarakat dengan harga subsidi,” tandas Arifin.
Di tempat berbeda, Kepala Bidang UKM, Marianti Saifi mengungkapkan, sejauh ini bantuan stimulan biji kelapa sudah disalurkan kepada para pelaku UMKM minyak kelapa di 5 Kecamatan dan 6 Desa di Kabupaten Gorontalo.
“Jadi stimulan biji kelapa ini kami salurkan kepada para pelaku UMKM di beberapa tempat. Nantinya ini bisa digunakan untuk pembuatan minyak kelapa yang saat ini sedang langka,” kata Marianti.
Ia juga mengatakan, kegiatan ini masih akan berlanjut ditahap ke 2. Untuk tahap ke 2 tersebut pihaknya akan melakukan evaluasi terkait penjualan yang dilakukan oleh para pelaku UMKM.
“Sebelum masuk tahap ke dua, kami akan lakukan evaluasi terlebih dahulu, bagaimana penjualan mereka. Nah nantinya kami akan lihat apakah bahan baku yang kami berikan ini sudah digunakan dan sudah jadi minyak kelapa kampung dan terjual. Ada 500 biji kelapa stimulan yang kami salurkan, dan keuntungan yang penjual dapatkan akan kami belikan biji kalapa lagi untuk disalurkan di tahap ke 2,” jelasnya.
Jika penjualan tersebut habis, maka pelaku UMKM itu akan diberikan bantuan biji kelapa lagi untuk proses selanjutnya.
Pihaknya juga meminta agar para pelaku UMKM memperhatikan kemasan yang digunakan dalam produksi minyak kelapa.
“Mereka hanya menggunakan kemasan bekas air mineral, dan sebenarnya itu tidak bisa, kami minta pelaku UMKM memperhatikan ini,” tuturnya. (**)














