, MEDAN – Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tidak hanya soal kuliner dan wahana. Hall Dinas Pendidikan Sumut di Jalan Gatot Subroto justru menjadi tempat anak sekolah berlatih menjadi kreator.
Di bawah koordinasi Dr. M. Basir S. Hasibuan, M.Pd dan kendali Kadisdik Sumut Alexander Sinulingga, hall ini menampilkan praktik langsung kreativitas siswa.
Ada 7 stand SMK, 4 stand SMA, dan partisipasi SLB. Setiap hari panggung kreasi hidup dengan kegiatan melukis, menenun, batik tulis, hingga pertunjukan seni.
Mesin tenun SMK Berastagi ditempatkan di tengah hall. Pengunjung bisa melihat langsung proses perubahan benang menjadi kain.
“Daripada jempol latihan scrolling, kenapa tidak tangan latihan berkarya,” ujar Basir, Kamis (16/7/2026).
Setiap Senin-Kamis sekitar 150 pelajar dari SMA, SMK, dan SLB bergantian tampil. Ada band, solo vokal, tari, hingga produk vokasi seperti sabun, sampo, terapi, dan handicraft.
Menurut Basir, tujuan hall ini agar siswa berani menunjukkan kemampuan dan berinteraksi dengan masyarakat. Apresiasi pengunjung diyakini menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat inovasi.
“Pendidikan yang baik tidak berhenti di nilai rapor, tetapi melahirkan karakter, keterampilan, dan keberanian berkarya,” pungkasnya.(JB).















