Jakarta– Ketegangan antara China dan Panama semakin mencuat setelah Panama menarik diri dari inisiatif Belt and Road Initiative (BRI). Di tengah situasi ini, China mengirimkan delegasi senior ke Panama untuk memahami lebih dalam kebijakan negara Amerika Tengah tersebut.
Menurut Xinhua, kantor berita resmi China, delegasi ini dipimpin oleh Wakil Menteri Ma Hui, yang bertanggung jawab atas hubungan internasional. Ma dan timnya dijadwalkan bertemu dengan berbagai pemimpin partai politik serta lembaga independen di Panama.
“China bersedia memperkuat hubungan dengan partai politik dan think tank Panama, meningkatkan saling pengertian dan kepercayaan, serta mengkonsolidasikan fondasi dukungan publik untuk hubungan persahabatan China-Panama,” ujar Ma Hui.
Dampak Penjualan Pelabuhan ke Perusahaan AS
Kunjungan ini berlangsung setelah keputusan taipan Hong Kong, Li Ka-shing, yang melalui CK Hutchison Holdings, menjual operasional pelabuhan termasuk yang berada di dekat Terusan Panama kepada kelompok investasi yang dipimpin oleh BlackRock, perusahaan asal Amerika Serikat.
Kesepakatan ini muncul di tengah tekanan AS terhadap Panama untuk mengurangi pengaruh China di wilayahnya. Presiden AS Donald Trump bahkan memuji penjualan tersebut, sementara Beijing mengecamnya sebagai tindakan yang “mengkhianati rakyat China”.
AS vs China: Rebutan Pengaruh di Panama?
Analis internasional melihat langkah ini sebagai bagian dari persaingan geopolitik yang lebih luas. Dylan Loh, asisten profesor kebijakan luar negeri di Universitas Teknologi Nanyang Singapura, menilai kunjungan delegasi China bertujuan untuk:
✔ Memahami kebijakan terbaru Panama dan apakah negara itu mengikuti tekanan AS.
✔ Mengetahui dampak penjualan pelabuhan terhadap perdagangan China yang bergantung pada Terusan Panama.
✔ Mencari cara membalikkan keadaan dan mempertahankan pengaruh China di Panama.
China dan Panama sendiri telah menepis klaim Trump soal dominasi China atas Terusan Panama. Namun, Panama mulai menunjukkan sikap lebih dekat dengan AS, salah satunya dengan menarik diri dari BRI sebuah keputusan yang oleh Beijing dianggap “tidak menguntungkan Panama”.
China Berusaha Jaga Hubungan, AS Ingin Batasi Pengaruh
Menurut Wang Yiwei, Direktur Institut Urusan Internasional di Universitas Renmin, Beijing, kunjungan ini mencerminkan respons cepat China terhadap perubahan kebijakan Panama. Washington disebut ingin melemahkan posisi China sebagai mitra dagang global terbesar dengan menekan negara-negara yang bekerja sama dengan Beijing.
“Kita tidak hanya perlu meningkatkan hubungan Panama-China, tetapi juga mencegah efek domino yang dapat menyebabkan kesalahpahaman antara China dan negara lain,” ujar Wang.
Meskipun demikian, China menegaskan bahwa mereka akan terus berusaha menjalin hubungan baik dengan Panama dan mencegah dampak negatif dari perkembangan terbaru ini.
(d10)














