Bone Bolango — Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo, AW Thalib, mengungkapkan keprihatinan atas penurunan tajam dalam tingkat partisipasi pemilih pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) calon anggota DPRD Provinsi di daerah pemilihan (dapil) 6, meliputi Kabupaten Boalemo dan Pohuwato. Meskipun sebelumnya partisipasi pemilih di Gorontalo mencapai angka tertinggi di Indonesia, PSU kali ini mengalami penurunan drastis hingga 10 persen.
“Pada pemilihan legislatif sebelumnya, partisipasi pemilih kami mencapai 86 persen. Namun, pada PSU ini, angka tersebut turun tajam. Kami khawatir, jika jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berkurang berimbas pada penurunan partisipasi pada 27 November mendatang,” ujar AW Thalib.
Berdasarkan data terbaru, jumlah TPS pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) mendatang mengalami pengurangan signifikan dibandingkan pemilihan legislatif bulan Februari lalu. Hal ini dikhawatirkan akan memengaruhi aksesibilitas masyarakat untuk memberikan suara, terutama bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik atau usia lanjut.
“Jumlah TPS di Kecamatan Kabila, yang sebelumnya mencapai 66 pada pemilihan legislatif lalu, kini berkurang menjadi 37. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat untuk memastikan agar seluruh wajib pilih dapat berpartisipasi tanpa kendala,” tambah Thalib saat kunjungan kerja ke PPK Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (1/8/2024).
Komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo berharap pihak terkait dapat mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa penurunan jumlah TPS tidak mempengaruhi hak suara masyarakat. Langkah-langkah strategis perlu diambil untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang paling rentan, tetap memiliki akses mudah untuk memberikan suara pada hari pemilihan mendatang.
Dengan adanya perhatian dan tindakan yang tepat, diharapkan partisipasi pemilih di Gorontalo dapat terjaga dan mencapai hasil yang memuaskan.














