, Kab Gorontalo- Konflik yang sedang berkecamuk antara Bupati Gorontalo, NP dengan wanita bernama Ifana belakangan ini telah mengguncang stabilitas daerah.
Terkait dengan masalah ini, Wakil Bupati Gorontalo, Hendra Hemeto yang dituding menjadi dalang pada demo di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan DPP PPP angkat bicara.
Wakil Bupati Hendra Hemeto, pada Jumat (15/09/2023), dengan tegas mengatakan bahwa tuduhan yang dialamatkan padanya itu justru jauh dari kenyataan.
“Saya harus menerima risiko atas tuduhan dan spekulasi yang mengenai diri saya. Namun, spekulasi bahwa masalah ini akan memberikan keuntungan pribadi bagi saya tidak benar. Kepemimpinan saya bersama Bupati Nelson Pomalingo hanya tersisa setahun lagi, sehingga semua tuduhan ini jauh dari kenyataan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa konflik antara Bupati Nelson Pomalingo dan Ifana Abdurahman adalah masalah pribadi yang berlarut-larut sejak tahun 2018. Dalam pernyataannya, Wakil Bupati menegaskan tidak ada kepentingan pribadi maupun kepentingan lain dalam masalah ini.
Dalam hal ini, Wakil Bupati juga menyoroti dampak negatif dari konflik ini pada daerah.
“Permasalahan ini adalah dampak dari laporan Ifana Abdurahman terhadap Bupati Nelson Pomalingo, yang seharusnya sudah diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan pemerintahan,” tambahnya.
“Tuduhan atas diri saya hanyalah bentuk rekayasa untuk mengaburkan substansi masalah yang sesungguhnya. Tidak ada relevansi antara diri saya dengan Kemendagri atau DPP PPP,” ungkap Hendra.
Wakil Bupati berharap agar konflik ini segera terselesaikan dengan kepastian hukum, sesuai dengan laporan yang diajukan oleh Ifana Abdurahman. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo untuk menghargai proses hukum dan administrasi yang sedang berjalan demi stabilitas pemerintahan dan daerah.















