Limboto – Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam membangun kehidupan yang religius, rukun, dan berakhlak mulia. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah tingkat Kabupaten Gorontalo yang digelar di Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Jumat (6/3/2026).
Dalam sambutannya, Tonny S. Junus menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk kembali mengingat makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.
“Peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi menjadi titik awal turunnya petunjuk bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan,” ujar Tonny.
Ia menekankan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial semata, melainkan momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dengan cara membaca, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Menurut Tonny, nilai-nilai Al-Qur’an sangat relevan dijadikan landasan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan saat ini. Nilai tersebut dapat membentuk masyarakat yang religius, rukun, serta memiliki semangat kebersamaan.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus disertai dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat.
“Sesungguhnya kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas akhlak, karakter, dan moral masyarakatnya,” katanya.
Melalui momentum Ramadan dan peringatan Nuzulul Qur’an ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, serta menanamkan nilai kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Tonny juga berharap generasi muda di Kabupaten Gorontalo dapat tumbuh menjadi generasi Qur’ani, yakni generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga memahami serta mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.
Di akhir sambutannya, ia mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga dengan semangat Al-Qur’an, kita mampu menjadikan nilai-nilainya sebagai landasan dalam menjalani kehidupan dengan sikap saling menghormati, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” pungkasnya.














