Gorontalo — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo merilis perkembangan ekspor daerah pada Oktober 2025. Berdasarkan data resmi, nilai ekspor Gorontalo pada periode tersebut mencapai US$ 6.460.235. Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan dinamika positif dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jika dibandingkan dengan September 2025, ekspor mengalami penurunan sebesar 15,52%. Namun, bila dibandingkan dengan Oktober 2024, justru terjadi lonjakan signifikan sebesar 52,93%,” jelas Dwi dalam keterangan resminya pada Senin (01/12/2025).
Ia menambahkan, tren peningkatan juga terlihat pada akumulasi ekspor Januari–Oktober 2025. Secara kumulatif (C-to-C), ekspor Gorontalo tumbuh 44,28% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Pada Oktober 2025, Jepang menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai mencapai US$ 1,96 juta. Komoditas yang dikirimkan didominasi kelompok HS03 (ikan, udang, kepiting) serta HS44 (kayu dan produk kayu).
“Beberapa bulan terakhir, Jepang konsisten berada di posisi pertama sebagai negara tujuan ekspor Gorontalo,” kata Dwi.

Posisi kedua ditempati Korea Selatan dengan nilai ekspor US$ 1,86 juta, seluruhnya berasal dari kelompok HS44 atau produk kayu. Sementara itu, Polandia menduduki urutan ketiga dengan nilai ekspor mencapai US$ 594 ribu, didominasi komoditas HS08 (buah, biji, atau kacang yang diolah).
Selain tiga negara tersebut, Gorontalo juga mengekspor komoditas ke sejumlah negara lainnya seperti Singapura, Malaysia, Jerman, Uni Eropa, Rusia, Tiongkok, dan Inggris.
Secara kumulatif Januari–Oktober 2025, Jepang tetap menjadi pasar terbesar dengan kontribusi 38,09% dari total nilai ekspor Gorontalo. Posisi berikutnya ditempati: Jerman — 19,20%, Korea Selatan — 13,92%.
Jika ditinjau berdasarkan golongan barang, HS44 (kayu dan produk kayu) menjadi kategori paling dominan dalam ekspor Gorontalo dengan peran sebesar 46,86%.
urutan kedua itu adalah (HS08) buah dan biji atau kacang yang dapat dimakan dengan kontribusinya sebesar 43,47% dan urutan ketiga dengan kontribusi sebesar 4,53% itu adalah hs17 yaitu gula dan kembang gula.
Dengan meningkatnya permintaan dari berbagai negara serta diversifikasi produk, BPS optimistis kinerja ekspor Gorontalo akan terus mengalami peningkatan pada periode mendatang.
“Kenaikan year-on-year menunjukkan daya saing komoditas dari Gorontalo semakin baik di pasar global,” tutur Dwi.















