, Gorontalo – Polemik yang terjadi di kalangan orang tua siswa yang anak-anaknya mendaftar di SMA N 1 Gorontalo namun dialihkan ke SMA N 8 Gorontalo mendapat perhatian Fikram Salilama, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo.
Penyebab dimutasinya beberapa siswa tersebut ke SMA N 8 Gorontalo disebabkan keterbatasan kuota penerimaan siswa SMA N 1 Gorontalo yang tidak sebanding dengan banyaknya siswa yang mendaftar di sekolah tersebut.
Fikram Salilama mengaku bahwa dirinya pun sering didatangi orang tua siswa ke kediamannya di Kelurahan Tenda untuk meminta bantuan agar anak-anak mereka dapat terterima dan bersekolah di SMA N 1 Gorontalo.
Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota komisi I DPRD Provinsi Gorontalo itu mengatakan bahwa antara SMA N 1 Gorontalo dan SMA N 8 Gorontalo memiliki kesamaaan dari segala aspek mulai dari kurikulum hingga ruang belajar.
“Kami melihat bahwa SMA N 8 ini harus diberi rangsangan-rangsangan, supaya masyarakat tidak hanya terfokus pada SMA 1 dan SMA 3 padahal kurikulumnya sama, guru pengajarnya juga sama,” ungkap Fikram.
Ketua KONI Provinsi Gorontalo itu juga mengatakan bahwa dirinya akan terus berupaya memberi motivasi kepada masyarakat agar mau mendaftarkan anak-anak mereka ke SMA N 8 Gorontalo.
“Saya akan berikan bantuan pakaian sekolah baik itu putih abu-abu, krawang, jas almamater semua saya akan berikan bantuan pakaian itu melalui pokir saya insya Allah diperubahan anggaran saya akan masukkan program itu sekaligus akan saya pasang Ac supaya lebih bergairah anak-anak untuk belajar dan masuk di SMA 8, insya Allah bulan Oktober saya akan salurkan ini melalui pokir saya” tandas Fikram Salilama.
Keseriusan Fikram Salilama dalam memajukan SMA N 8 Gorontalo sangat terlihat dari upaya-upaya yang diambil, motivasi-motivasi yang diberikan hingga memperjuangkan pokirnya agar program bantuan untuk SMA N 8 Gorontalo dapat terealisasi sesuai dengan harapannya.
Pewarta: Rifaldi Saidi














