Gorontalo– Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengajak seluruh umat Islam untuk mendukung terwujudnya embarkasi haji penuh di Gorontalo. Hal ini ia sampaikan dalam acara silaturahmi dan tarawih keliling di Masjid Darul Arqam, Kota Gorontalo, pada Senin (3/3/2025).
“Saya mohon dukungan dari seluruh umat Muslim di Gorontalo untuk mewujudkan embarkasi haji penuh yang sudah lama digagas, tetapi sampai hari ini belum terealisasi,” ujar Gusnar.
Gusnar menyebut, rencana ini sudah dirintis sejak 2010, namun masih terkendala beberapa hal. Ia menjelaskan bahwa ada dua kementerian yang menjadi penentu embarkasi haji, yakni Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Tantangan Realisasi Embarkasi Haji Penuh
Menurut Gusnar, Bandara Djalaludin belum sepenuhnya siap untuk embarkasi haji. Kemenhub menilai bahwa panjang landasan pacu sudah cukup, tetapi ketebalan landasan perlu ditambah sekitar 25 cm, yang tentunya membutuhkan anggaran tambahan.
Di sisi lain, Kemenag telah menyetujui rencana ini, tetapi ada satu syarat yang harus dipenuhi: tersedianya poliklinik di asrama haji.
“Tanahnya sudah kami siapkan dan hibahkan, silakan dibangun poliklinik. Jika itu sudah lengkap, maka jemaah haji dari Papua, Maluku, Sulawesi Utara, dan sebagian Sulawesi Tengah akan bisa berangkat dari Gorontalo,” jelasnya.
Cetak Al-Qur’an Terjemahan Bahasa Gorontalo
Selain embarkasi haji penuh, Gusnar juga akan melanjutkan pencetakan Al-Qur’an dengan terjemahan bahasa daerah Gorontalo, yang sempat terhenti sejak 2009. Program ini akan kembali dijalankan bekerja sama dengan Kemenag.
“Dua program besar ini akan segera kita eksekusi. Mohon doa dan dukungannya agar terwujud,” tutup Gusnar.














