Jakarta– Saat menjalankan ibadah puasa, menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh sangat penting agar tetap segar dan bertenaga sepanjang hari. Namun, ada beberapa makanan yang memiliki efek diuretik alami, yaitu merangsang tubuh untuk lebih sering buang air kecil dan membuang cairan serta garam dari tubuh.
Jika dikonsumsi secara berlebihan saat sahur dan berbuka, makanan-makanan ini bisa menyebabkan dehidrasi, yang berujung pada rasa lemas, pusing, dan haus berlebih selama puasa. Lantas, makanan apa saja yang sebaiknya dibatasi?
7 Makanan yang Bisa Memicu Dehidrasi Saat Puasa
1. Gorengan
Gorengan mengandung banyak garam tersembunyi. Jika dikombinasikan dengan makanan atau minuman manis, efeknya bisa semakin parah, membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Selain itu, makanan berminyak juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan, yang membuat puasa terasa lebih berat.
2. Makanan Ringan Asin
Camilan seperti keripik kentang, popcorn, cireng, atau basreng berbumbu mengandung garam tinggi yang bisa meningkatkan rasa haus. Konsumsi dalam jumlah besar saat sahur atau berbuka dapat memicu dehidrasi dan membuat tubuh lebih cepat lemas.
3. Makanan Manis
Gula berlebih, baik dari gula rafinasi maupun pemanis buatan, dapat membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula melalui urine. Hal ini menyebabkan tubuh lebih sering buang air kecil, yang berujung pada kehilangan cairan lebih banyak. Beberapa pemanis buatan juga bisa menyebabkan diare, yang memperparah risiko dehidrasi.
4. Daging Olahan Tinggi
Makanan seperti sosis, kornet, daging asap, dan bakso olahan biasanya mengandung banyak garam dan gula untuk memperpanjang masa simpan. Konsumsi berlebihan bisa menyebabkan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh dan meningkatkan risiko dehidrasi.
5. Asparagus
Asparagus mengandung asparagine, zat yang bersifat diuretik alami. Selain membuat urine berbau khas, zat ini juga merangsang tubuh untuk lebih sering buang air kecil, sehingga bisa mempercepat hilangnya cairan dari tubuh.
6. Artichoke
Seperti asparagus, artichoke juga memiliki efek diuretik alami. Meskipun kaya akan nutrisi dan baik untuk kesehatan jantung serta detoksifikasi hati, mengonsumsi dalam jumlah besar saat puasa dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
7. Makanan Cepat Saji dan Makanan Kalengan
Sebagian besar makanan cepat saji dan makanan kalengan mengandung natrium tinggi, yang dapat meningkatkan rasa haus dan mempercepat hilangnya cairan tubuh. Oleh karena itu, konsumsi jenis makanan ini sebaiknya dibatasi saat berpuasa.
Tidak semua makanan dalam daftar di atas harus dihindari sepenuhnya. Namun, sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik selama berpuasa.
Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang kaya akan serat, protein, dan air, seperti buah-buahan, sayuran, serta makanan yang mengandung lemak sehat, agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.
(d10)















