Gubernur Gusnar Tinjau Incinerator Talumelito, Dorong Sinergi Regional Atasi Limbah B3

Dailypost.id

DAILYPOST.ID GORONTALO  – Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai menapaki langkah besar dalam pengelolaan limbah medis secara modern dan berkelanjutan. Di balik asap pembakaran dari fasilitas incinerator di Desa Talumelito, Kecamatan Telaga Biru, tersimpan misi besar: menjaga lingkungan tetap bersih, melindungi kesehatan masyarakat, sekaligus menggali potensi baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Langkah strategis ini dipantau langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, pada Senin (9/6/2026). Ia menyebut fasilitas pengolahan limbah ini bukan hanya sebagai proyek sanitasi, melainkan juga sebagai wujud konkret kolaborasi antardaerah yang memiliki nilai ekonomi.

“Kita berbicara tentang ekosistem. Limbah medis bukan hanya masalah internal, ini lintas wilayah. Maka kita ingin membuka pintu kerja sama dengan provinsi tetangga seperti Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, agar fasilitas ini bisa beroperasi secara optimal dan menguntungkan daerah,” ujar Gusnar dalam keterangannya.

Dengan kapasitas pembakaran mencapai 200 kilogram limbah per jam, incinerator Talumelito dirancang untuk mengelola timbunan limbah medis dari 147 fasilitas pelayanan kesehatan di Gorontalo, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga klinik swasta.

Diperkirakan, total limbah medis yang dihasilkan di wilayah ini mencapai 2.375 kilogram per hari, atau setara dengan lebih dari 850 ton per tahun. Angka yang mencengangkan, namun sekaligus membuka peluang besar bagi Gorontalo untuk menjadi pusat pengolahan limbah medis di kawasan timur Indonesia.

Alih-alih membuang limbah ke luar daerah dengan biaya tinggi, teknologi incinerator memungkinkan limbah diolah di dalam provinsi. Bahkan, jika kerja sama lintas provinsi terealisasi, Gorontalo dapat menjadi penyedia jasa pengolahan limbah bagi daerah sekitar mengubah beban menjadi sumber pendapatan.

Selain potensi PAD, inisiatif ini memperkuat posisi Gorontalo dalam upaya pembangunan berwawasan lingkungan. Pengolahan limbah medis secara profesional menjadi kunci penting dalam mengurangi risiko pencemaran, terutama di tengah tingginya volume limbah infeksius dari layanan kesehatan.

Fasilitas ini juga menjadi simbol pergeseran paradigma: dari pengelolaan limbah sebagai tanggung jawab sosial semata, menjadi sektor yang strategis secara ekonomi dan ekologis. Pemerintah pun membuka peluang bagi sektor swasta untuk ikut berpartisipasi dalam skema pengelolaan terpadu ini.

Pengelolaan limbah medis telah menjadi isu nasional, apalagi pasca pandemi COVID-19 yang meningkatkan volume limbah infeksius secara signifikan. Banyak daerah masih bergantung pada pengiriman limbah ke luar provinsi, biaya tinggi, waktu lama, dan risiko pencemaran semakin besar.

Gorontalo, dengan fasilitas incinerator di Talumelito, kini berada di jalur cepat sebagai provinsi yang siap menjawab tantangan tersebut. Selain solusi lokal, pendekatan yang diambil juga berorientasi pada integrasi wilayah dan peningkatan daya saing daerah.

 

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia