,KOTAMOBAGU — Langkah cepat Pemerintah Kota Kotamobagu bersama DPRD serta unsur TNI dan Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pontodon mendapat apresiasi dari Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI).
Sidak yang dipimpin langsung Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, tersebut dinilai sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas pengambilan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang tidak sesuai peruntukannya.
Ketua Investigasi Nasional KANNI, Chandra E. Damopolii, mengatakan pemerintah daerah telah menunjukkan kesigapan dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami mengapresiasi sidak yang dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat serta mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam penyaluran BBM subsidi di Kota Kotamobagu,” kata Chandra E. Damopolii, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi harus terus diperketat, terutama ketika masyarakat masih menghadapi antrean panjang di sejumlah SPBU untuk mendapatkan bahan bakar.
Chandra berharap seluruh pihak terkait dapat menjaga situasi tetap kondusif dan memastikan distribusi BBM benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.
“Kami berharap masyarakat tidak lagi merasa khawatir ketika hendak mengisi BBM di SPBU. Dan tentu, kami juga berharap antrean panjang tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Sebelumnya, sidak yang dilakukan pemerintah daerah bersama DPRD dan aparat keamanan di SPBU Pontodon menemukan aktivitas pengisian BBM subsidi yang diduga berlangsung secara tidak wajar.
Dalam sidak tersebut, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, Ketua DPRD Kota Kotamobagu Adrianus Mokoginta dan sejumlah anggota DPRD, serta jajaran TNI dan Polri turun langsung melakukan pemeriksaan di lokasi.
Setibanya di SPBU Pontodon, rombongan mendapati sejumlah kendaraan berada di area pengisian. Kondisi lokasi yang minim penerangan semakin memunculkan kecurigaan, terlebih aktivitas tersebut terjadi di tengah keluhan masyarakat terkait antrean panjang BBM di sejumlah SPBU.
Pemeriksaan kemudian dilakukan secara langsung.
Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan dua unit kendaraan dump truck yang diduga tengah mengantre untuk melakukan pengisian bahan bakar jenis solar. Pada kendaraan tersebut juga ditemukan dugaan penggunaan tangki rakitan serta puluhan galon kosong yang berada di dalam bak terbuka.
Temuan itu langsung menjadi perhatian serius Wali Kota, pimpinan dan anggota DPRD, serta aparat TNI dan Polri yang berada di lokasi.
Dugaan pengambilan BBM subsidi dalam jumlah besar dan tidak sesuai peruntukannya tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak Pertamina serta aparat penegak hukum.
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menegaskan bahwa sidak tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas laporan masyarakat.
“Ini adalah laporan dari masyarakat bahwa di SPBU Pontodon sedang ada mobil truk keluar masuk untuk mengambil bahan bakar jenis solar dalam jumlah banyak. Masyarakat meminta kami turun, dan tadi usai rapat paripurna di DPRD, kami bersama pimpinan dan anggota DPRD serta TNI-Polri turun ke lokasi. Ternyata laporan masyarakat itu benar, seperti yang kita lihat bersama,” ujar Wali Kota.
Menurut Weny, Pemerintah Kota Kotamobagu tidak akan membiarkan persoalan tersebut berlalu tanpa tindak lanjut.
Pemkot, kata dia, segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk membahas hasil temuan di lapangan, termasuk kemungkinan pemberian sanksi apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan distribusi BBM subsidi.
“Besok nanti akan kami bicarakan bersama. Kami juga akan menghubungi Pertamina yang memasok kebutuhan di SPBU dan membahas sanksi tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Sidak tersebut menjadi sinyal tegas bahwa pemerintah daerah akan merespons setiap laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi. KANNI pun mendorong agar pengawasan tidak berhenti pada temuan di SPBU Pontodon, tetapi dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.














