Keluarga Tuntut Transparansi Pengelolaan Dana Donasi untuk Adik Ukail: Cuma Dikasih Pegang, Dorang Ambil Ulang!

Dailypost.id
Kondisi terkini Adik Ukail bersama Kakek Pakaya Tolingi. (Foto: Anton)

DAILYPOST.ID , Gorontalo – Masih segar dalam ingatan kita tentang kisah kakek Pakaya Tolinggi yang menjadi viral beberapa waktu lalu. Kakek yang sudah berusia 90 tahun ini menjadi sorotan publik karena cucunya bernama Ukail, seorang bocah yatim piatu, mengalami kecelakaan akibat tabrak lari pada Oktober lalu di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Rekaman video kondisi bocah malang dan kakek tersebut sempat mengejutkan banyak orang dan mengundang simpati dari sejumlah netizen.

Ramainya simpati dari netizen pun tak terelakkan, dan berbagai donatur mulai berdatangan untuk membantu pengobatan sang cucu yang pada saat itu dirawat di RSUD Ainun Habibie. Donasi pun mengalir dengan deras, tak hanya dari Gorontalo, tetapi juga dari berbagai penjuru.

Namun kini peristiwa itu kembali memasuki babak baru. Keluarga dari kakek Pakaya Tolinggi menggugat oknum-oknum yang mengaku sebagai relawan yang bertanggung jawab atas pengelolaan donasi yang mencapai jumlah signifikan.

Keluarga Kakek Pakaya Tolonggi kini menuntut klarifikasi dari oknum yang mengaku sebagai relawan yang menangani donasi tersebut. Pasalnya, uang donasi yang diberikan oleh para donatur secara tunai kepada sang kakek telah diambil oleh oknum relawan yang bekerja di rumah sakit tempat adik Ukail dirawat.

Oknum relawan tersebut beralasan bahwa uang donasi akan mereka kelola dan disimpan dalam rekening yang mereka atur sendiri. Hingga saat ini, keluarga kakek Pakaya Tolinggi meminta penjelasan yang tegas dan transparan mengenai penggunaan donasi tersebut, yang seharusnya ditujukan untuk membantu Opa dan cucunya yang membutuhkan perawatan medis dan kebutuhan sehari-hari di rumah.

“Cuma dorang kasih pegang itu uang, baru dorang ambil ulang!” ujar Sartin Tolinggi, anak dari Kakek Pakaya Tolinggi, Rabu (08/11/2023).

Baca Juga:   Relawan Pendamping Ukail Buka Suara Soal Polemik Penggalangan Dana Donasi

“Kami sudah melaporkan ini atas dugaan penggelapan dana ini ke polres,” tambahnya.

Sartin juga mengungkapkan bahwa jumlah donasi awalnya mencapai sekitar 58 juta rupiah dan terus bertambah hingga melebihi 200 juta rupiah. Namun, hingga saat ini, donasi tersebut sepenuhnya berada di tangan oknum relawan, yang salah satunya diketahui bernama Indi.

Keluarga kakek Pakaya Tolinggi berupaya menghubungi oknum relawan berkali-kali, namun hingga kini belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa jasa raharja telah mengklaim asuransi senilai 20 juta rupiah untuk menutupi biaya rumah sakit adik Ukail.

“Jadi uang donasi ini pun bukan untuk biaya rumah sakit. Itu adalah bantuan real bagi keluarga, namun sayangnya, tidak sampai ke tangan bapak saya,” ungkap Sartin Tolinggi.

Saat dikonfirmasi via telepon, oknum relawan tersebut tidak mau berkomentar banyak dan mempersilahkan pihak keluarga melaporkannya ke pihak kepolisan.

Baca Juga:   Donasi untuk Ukail Masih Ditahan di Rekening Pribadi Salah Satu Nakes RS ZUS Gorut

“Mohon maf pak bantuan yang mana?. Persoalan bantuan yang masuk, tidak ada yang mo batahan itu bantuan kalau pihak donatur tidak berpesan seperti itu. Nanti saya kirimkan itu chattingan dari salah satu donatur, kalau ini dana jangan kasih sama keluarga kalau bukan untuk kebutuhan Ukail,” pungkas salah seorang oknum Relawan.

“Silahkan lapor saja. Torang ini ada struktur,” tambahnya.

Keluarga dari kakek Pakaya Tolinggi berharap agar pihak terkait dapat memberikan klarifikasi yang jelas dan menjelaskan penggunaan donasi tersebut untuk kepentingan yang sesuai. Semua pihak berharap agar kejelasan ini dapat membantu kakek dan cucunya dalam menghadapi masa depan yang lebih baik.

(Pewarta: Anton)
Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia