Kisah Ibu-Ibu Tangguh di Gorontalo Utara, Usaha Bertahan 2 Tahun Akhirnya Dapat Apresiasi Pemerintah

Dailypost.id
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail secara simbolis menyerahkan bantuan kepada perempuan kepala keluarga yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara, Senin, (2/6/2025). Foto – Diskominfotik

DAILYPOST.ID Gorontalo Utara – Ketika sebagian orang masih memandang sebelah mata perempuan sebagai penggerak ekonomi, puluhan ibu tangguh di Kabupaten Gorontalo Utara justru membuktikan sebaliknya. Mereka bukan hanya bertahan di tengah badai ekonomi, tapi juga tetap produktif menjalankan usaha kecil yang menopang keluarganya dan kini, kerja keras mereka mulai menuai hasil.

Sebanyak 31 perempuan kepala keluarga (PEKKA) di Kabupaten Gorontalo Utara dinyatakan lolos seleksi ketat dan berhak menerima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Khusus Perempuan Kepala Keluarga (UEPK-PK) dari Pemerintah Provinsi Gorontalo. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie di Kantor Desa Tolango, Kecamatan Anggrek, Kamis (2/6/2025).

Menariknya, program ini bukan sekadar “bagi-bagi uang”. Hanya perempuan kepala keluarga yang telah menjalankan usahanya secara konsisten selama minimal dua tahun yang dapat menerima bantuan tunai senilai Rp2.500.000 per orang.

Baca Juga:   Wagub Gorontalo: LKSA Wajib Miliki Izin Operasional untuk Terima Bantuan Pangan

“Ini bentuk penghargaan bagi mereka yang tetap konsisten membangun ekonomi keluarga. Yang kita bantu adalah mereka yang sudah membuktikan ketangguhan dalam membangun usaha, bukan sekadar baru mulai,” ujar Wagub Idah Syahidah, yang memang dikenal sebagai penggerak pemberdayaan perempuan di Gorontalo.

Usaha yang mereka jalankan pun beragam, mulai dari kios kelontong, produksi kue rumahan, hingga layanan jasa kecil-kecilan. Yang terpenting, semua usaha itu sudah berdiri dan aktif minimal selama dua tahun.

Menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone, bantuan ini ditujukan secara khusus bagi para ibu yang tak hanya mengurus rumah tangga, tapi juga menjadi pencari nafkah utama.

“Penerima bantuan UEPK tidak tumpang tindih dengan penerima BLP3G. Ini karena mereka dinilai sudah berada dalam fase usaha yang lebih matang dan mandiri,” tegas Sagita.

Baca Juga:   Sekretaris BKD Provinsi Gorontalo Raih Peringkat 1 Pelaporan LHKPN Tercepat Tahun 2024

Bantuan ini pun diharapkan menjadi modal tambahan untuk ekspansi usaha skala mikro, dan secara tidak langsung, memperkuat struktur ekonomi masyarakat pedesaan berbasis perempuan.

Wagub Idah mengajak para penerima untuk tidak berhenti hanya karena sudah menerima bantuan. “Jadikan ini semangat baru. Jangan hanya puas pada tahap bertahan, tapi pikirkan juga bagaimana usaha ini bisa memberi inspirasi dan peluang bagi perempuan lain,” pesannya.

Idah juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarpenerima bantuan, baik dalam bentuk komunitas wirausaha maupun koperasi perempuan. Ia berharap ke depan akan muncul kelompok-kelompok usaha perempuan tangguh yang saling menopang di desa-desa Gorontalo Utara.

Selain menyerahkan bantuan UEPK-PK, kunjungan Gubernur Gusnar dan Wakil Gubernur Idah ke Gorontalo Utara mencakup sejumlah agenda strategis, mulai dari penyaluran bantuan BLP3G, peresmian Koperasi Merah Putih, hingga peninjauan peternakan sapi dan program bantuan bibit jagung. (ad/d09)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Baca Juga:   Gubernur Gorontalo Pastikan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Gorontalo Utara Siap Dilaksanakan
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia