Konflik Desa Poopo dan Kelurahan Upai Berakhir Damai, Kedua Pihak Teken Kesepakatan

Biro Kotamobagu

DAILYPOST.ID , Kotamobagu – Pertikaian antara warga Desa Poopo, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu, akhirnya mencapai kesepakatan damai. Kedua pihak sepakat menghentikan konflik dan menandatangani pernyataan bersama sebagai komitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta hubungan persaudaraan yang telah lama terjalin.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat koordinasi yang digelar di Balai Desa Sia, Senin (28/9/2026). Pertemuan dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu Sahaya Subagio Mokoginta, S.STP., M.E dengan melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan kedua wilayah.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakapolres Kotamobagu Kompol Romel Pontoh, S.I.P., M.A.P, Pasi Intel Kodim 1303/Bolaang Mongondow Kapten Inf. Muyassir, anggota DPRD Kota Kotamobagu Royke Kasenda, S.E, Ketua BPS GMIBM Bolmong Pdt. Jemy Jan Sahiri Tangkere, M.Th, dan Sekretaris BPS GMIBM Pdt. Deni Lang, M.Th.

Hadir pula Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bolaang Mongondow Deker Rompas, S.E., M.M, Camat Passi Timur Serlinda Serdy Lengkong, S.P, Camat Kotamobagu Utara Kusnadi Pobela, S.Pd., S.E., M.Pd, serta unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat dari kedua wilayah.

Dalam rapat tersebut ditegaskan bahwa pertikaian yang terjadi berawal dari kenakalan dan perselisihan antarremaja, bukan persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Karena itu, seluruh pihak mengingatkan masyarakat agar tidak memperluas persoalan, menghindari provokasi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi memperkeruh situasi.

Rapat koordinasi berlangsung dalam suasana penuh keprihatinan. Perwakilan kedua pihak mendapat kesempatan menyampaikan keresahan, unek-unek, serta harapan agar pertikaian tidak kembali terjadi.

“Mari torang hentikan, kasiang. Torang so nda bisa tidur nyenyak. Torang cuma mo hidup tenang, baik warga Poopo maupun warga Upai,” ungkap salah satu perwakilan dalam pertemuan tersebut.

Suasana semakin haru ketika ibu salah satu korban menyampaikan isi hatinya. Ia mengingatkan bahwa warga Poopo dan Upai merupakan saudara yang memiliki hubungan kekeluargaan melalui perkawinan dan ikatan sosial yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Pesan persaudaraan juga disampaikan Ketua BPS GMIBM Bolmong Pdt. Jemy Jan Sahiri Tangkere, M.Th. Ia mengingatkan agar pertikaian tersebut tidak diarahkan menjadi persoalan agama maupun SARA. Ia mengajak masyarakat kedua wilayah untuk kembali hidup berdampingan, menjaga persaudaraan, serta tidak membiarkan perselisihan antarremaja merusak hubungan kekeluargaan yang telah lama dibangun.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Kelurahan Upai menyampaikan komitmen untuk memberikan rasa aman kepada warga Desa Poopo yang melintas di wilayah Upai. Kedua pihak juga diharapkan menahan diri, menghindari tindakan yang dapat menimbulkan keresahan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Dari unsur kepolisian, Wakapolres Kotamobagu Kompol Romel Pontoh menegaskan bahwa kesepakatan damai tidak menghapus proses hukum terhadap peristiwa yang telah terjadi. Setiap tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk penyerangan, provokasi, intimidasi, maupun pelanggaran hukum lainnya, tetap akan ditangani sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menjelang akhir pertemuan, Asisten I Sahaya Subagio Mokoginta meminta penegasan langsung dari kedua pihak mengenai kesediaan mereka untuk menghentikan konflik.

“Apakah kita semua, masing-masing pihak, bersedia menghentikan konflik ini?” tanyanya.

Pertanyaan tersebut dijawab serentak oleh kedua pihak dengan menyatakan kesediaan untuk berdamai. Kesediaan itu kemudian dituangkan dalam pernyataan bersama yang ditandatangani oleh perwakilan kedua belah pihak.

Melalui kesepakatan tersebut, kedua pihak berkomitmen menghentikan pertikaian, menahan diri, tidak melakukan penyerangan, provokasi maupun intimidasi, serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, pemerintah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan mempersiapkan deklarasi damai antara Desa Poopo dan Kelurahan Upai. Deklarasi tersebut direncanakan untuk memperkuat komitmen kedua pihak sekaligus mendukung pemulihan hubungan masyarakat setelah pertikaian.

Pemerintah bersama aparat keamanan juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan penanganan setiap persoalan kepada pihak berwenang.

Sebagai kelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow bersama Pemerintah Kota Kotamobagu dan jajaran Forkopimda secara resmi menggelar acara deklarasi damai di Balai Desa Poopo Barat, Rabu, 30/09/2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum krusial untuk meredam potensi konflik lanjutan serta memulihkan stabilitas keamanan dan hubungan kemasyarakatan di kedua wilayah yang berselisih.

Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi menekankan pentingnya deteksi dini dan koordinasi cepat antara pemerintah desa, kecamatan, serta aparat keamanan untuk meredam potensi bentrokan sebelum membesar. Penyebaran isu dan narasi provokatif di media sosial dinilai menjadi pemicu utama yang sangat cepat menyulut emosi warga tanpa memberikan keuntungan bagi siapa pun. Beliau juga menyoroti bahaya minuman keras sebagai salah satu pemicu utama perselisihan yang harus segera dikendalikan di tengah masyarakat.

“Perdamaian tidak akan ada manfaatnya jika hanya di mulut atau catatan administrasi. Perdamaian yang sesungguhnya harus lahir dari dalam hati,” tegas Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi.

Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M bersama Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat menyoroti tindakan pencegahan konkret di lapangan, seperti membubarkan titik-titik kumpul anak muda guna mengantisipasi timbulnya perselisihan baru yang berisiko memicu penggunaan senjata tajam. Pimpinan daerah menyampaikan rasa malu yang mendalam atas pertikaian ini, mengingat masyarakat yang saling berselisih sebenarnya merupakan sesama keluarga dan kerabat dekat.

“Jangan bikin malu kita semua. Biarlah masalah ini menjadi rahasia kita bersama dan jangan sampai terdengar oleh daerah tetangga. Kita jaga rahasia ini agar kekompakan Bolaang Mongondow Raya tetap terjaga,” imbau Wali Kota Kotamobagu.

Perspektif keamanan dan pembinaan generasi muda diperkuat oleh Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo yang meyakini tidak ada warga yang pada dasarnya menginginkan konflik. Menurutnya, bentrokan yang memakan korban dari kedua belah pihak hingga aparat keamanan terkena lemparan batu disebabkan oleh gejolak emosi generasi muda yang belum stabil. Oleh karena itu, tanggung jawab meredam gejolak di tingkat akar rumput tidak bisa hanya dibebankan kepada tokoh agama maupun guru di sekolah, melainkan membutuhkan peran aktif orang tua dan keluarga.

Polres Kotamobagu mengimbau masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks di media sosial yang sering kali menjadi pemicu bentrokan susulan. Terkait opsi penyelesaian kekeluargaan melalui restorative justice, hal tersebut diserahkan sepenuhnya kepada kesepakatan kedua belah pihak yang bertikai.

“Kalau sudah terjadi sesuatu, tolong kita harus hormati proses hukum itu. Jangan kita memprovokasi ataupun menyebarluaskan isu-isu liar. Soal tindakan tegas terukur kemarin, kami mohon maaf, tapi ingat bahwa negara tidak boleh kalah dengan pelaku-pelaku kejahatan. Kalau ada masalah sekecil apa pun, segera manfaatkan layanan bebas pulsa Call Center 110 agar dapat kami tindak lanjuti secara cepat,” pungkas Wakapolres Kotamobagu Kompol Romel Pontoh.

Melalui deklarasi damai ini, seluruh pihak sepakat untuk saling memaafkan, menghentikan penyebaran provokasi di media sosial, serta mengaktifkan kembali peran Poskamling di setiap desa dan kelurahan. Para pimpinan daerah dan aparat keamanan berharap kesepakatan ini dipatuhi secara tulus dari dalam hati agar pertikaian ini menjadi yang terakhir, sehingga mobilitas serta aktivitas perekonomian warga antara Desa Poopo dan Kelurahan Upai dapat kembali berjalan normal tanpa rasa takut.

( Man)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia