Limboto – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo secara optimal. Kehadiran kontingen tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga membawa misi memperkuat transfer teknologi pertanian, memperluas jejaring antarpetani, mempromosikan produk unggulan daerah, serta mendorong lahirnya generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian modern.
Ketua KTNA Provinsi Riau, Haji Suratman, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Riau mengirimkan sebanyak 73 orang kontingen yang terdiri atas peserta utama, pendamping, dan peninjau untuk mengikuti berbagai agenda PENAS XVII. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai di tempat pemondokan Kontingen Riau di Desa Biyonga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (18/6/2026).
Menurut Suratman, peserta utama telah dibagi sesuai bidang masing-masing untuk mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari temu profesi, pameran produk unggulan daerah (expo), unjuk tangkas, widiawisata, studi banding, hingga pertunjukan seni dan budaya.
“Bagi kami, PENAS bukan hanya ajang perlombaan. Yang paling penting adalah bagaimana petani bisa saling belajar dan membawa pulang teknologi maupun inovasi yang nantinya diterapkan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu tujuan utama penyelenggaraan PENAS adalah mempertemukan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia agar dapat saling bertukar pengalaman mengenai berbagai inovasi pertanian yang telah berhasil diterapkan di daerah masing-masing.
Karena itu, konsep pemondokan peserta di rumah warga dinilai memiliki nilai strategis. Selain menjadi tempat beristirahat, pola tersebut membuka ruang interaksi langsung antara petani dengan masyarakat setempat sehingga proses pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan teknologi pertanian dapat berlangsung lebih efektif.
Selain aktif mengikuti berbagai agenda, Kontingen Riau juga membawa sejumlah produk UMKM unggulan daerah untuk dipamerkan pada Expo PENAS XVII. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi pertanian dan produk lokal Riau kepada peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Suratman menekankan pentingnya modernisasi pertanian sebagai strategi menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Menurutnya, berbagai teknologi seperti drone pertanian, mini traktor, hingga sistem irigasi berbasis aplikasi telepon pintar telah mulai diterapkan di Provinsi Riau.
“Bahkan penyiraman tanaman hortikultura sudah bisa dilakukan dari rumah menggunakan aplikasi di telepon genggam. Teknologi seperti ini diharapkan mampu mengubah pandangan anak muda bahwa bertani adalah pekerjaan yang modern, produktif, dan menjanjikan,” katanya.
Ia berharap keikutsertaan Provinsi Riau dalam PENAS XVII tidak hanya menghasilkan prestasi dalam berbagai perlombaan, tetapi juga membawa pulang ilmu pengetahuan, pengalaman, serta inovasi baru yang dapat diterapkan untuk memperkuat pembangunan sektor pertanian di daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Di akhir wawancara, Suratman turut mengapresiasi kesiapan Gorontalo sebagai tuan rumah PENAS XVII. Menurutnya, pelayanan panitia, sistem pengamanan, serta keramahan masyarakat Gorontalo memberikan kesan positif bagi seluruh kontingen Riau selama mengikuti kegiatan nasional tersebut.















