Jakarta – Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pasokan bahan pokok, khususnya beras, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia menjelang bulan suci Ramadan 1445 Hijriah.
“Seluruh persediaan cukup, terutama beras,” ungkapnya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Minggu (4/2/2024).
Zulkifli juga mengungkapkan bahwa Bulog telah melakukan impor dua juta ton beras pada tahun 2023 dan melakukan impor dua juta ton lagi pada tahun 2024. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan beras dalam negeri tetap aman.
Meski terjadi peningkatan harga pada sejumlah bahan pokok, Zulkifli tetap menegaskan bahwa yang terpenting adalah ketersediaan bahan pokok yang cukup menjelang Ramadhan 1445 Hijriah.
Data dari Badan Pangan Nasional menunjukkan bahwa selama periode 28 Januari hingga 4 Februari 2024, harga beras premium naik sebesar Rp370 per kg, daging sapi murni naik sebesar Rp700 per kg, dan cabai merah keriting naik sebesar Rp1.630 per kg.
Pada Kamis (1/2), Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menilai ketersediaan stok pangan untuk bulan Februari dan menghadapi bulan Ramadan pada Maret 2024.
Pemerintah terus berupaya menjaga kecukupan kebutuhan pangan nasional dengan berbagai cara, mulai dari percepatan produksi pertanian, diversifikasi pangan, hingga bantuan pangan beras.
Selain itu, pemerintah juga berencana untuk meningkatkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang terdiri dari 11 komoditas bahan pokok, yakni beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging unggas, telur, daging ruminansia, gula, ikan, dan minyak goreng.
Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan ketersediaan bahan pokok bisa terjaga dan harga-harga bisa stabil, sehingga masyarakat bisa menjalani bulan suci Ramadan dengan tenang dan khidmat.
(d014)















