, Gorontalo- Baru saja memasuki Bulan Ramadan, masyarakat dihadapkan dengan kenaikan harga BBM Non Subsidi jenis Pertamax terhitung mulai 1 April 2022.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Muhammad Nasir Majid mengatakan, meski kenaikan BBM yang terjadi saat ini tidak bisa diintervensi, akan tetapi di sisi lain ia berharap agar kenaikan harga BBM tidak akan berimbas pada naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Yang pastinya ini akan berefek di barang-barang lainya. Insya Allah itu tidak akan terjadi,” tutur Aleg Fraksi Gerindra itu, Selasa (05/04/2022).
Ia pun paham saat ini masyarakat bukan hanya dihadapkan dengan persoalan pandemi Covid-19 saja, melainkan juga kenaikan harga barang seperti minyak goreng dan BBM.
“Kami paham betul dengan kedaan saat ini, tetapi seandainya keputusan ini diputuskan ke kami yang di DPRD Gorontalo, pasti kami tidak akan naikkan,” ucap Nasir.
Lebih lanjut kata Nasir, pihaknya di DPRD tidak bisa mengambil keputusan terkait kenaikkan BBM tersebut karena keputusan itu langsung dari pemerintah pusat.
“Kecuali kami hanya bisa merekomendasikan dengan subsidi murah atau memperbanyak pasar murah, itu baru bisa,” imbuhnya.
Selanjutnya kata Nasir, dirinya selaku anggota di Komisi II berupaya untuk selalu memantau harga-harga lainnya jika terjadi lonjakan dan akan merekomendasikan subsidi murah atau pasar murah. (Daily16/RizkyB)















