Boltim — Karang Taruna Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Karang Taruna Kecamatan Kotabunan, beserta perwakilan Karang Taruna Desa di Kecamatan Kotabunan melakukan ngabuburit dengan cara berfaedah di Bazar UMKM Ramadan Kotabunan Selatan. (Senin, 1/4/2024)
Agenda ngabuburit sambil berdiskusi santai dalam tajuk “Bincang Pemuda” berkaitan dengan tantangan anak muda berperan atau baperan dan problem cinta generasi muda. Ketua Karang Taruna Boltim, Mohamad Taufik Mamonto mengatakan, pada ramadan ini Karang Taruna memang ingin memberikan warna tersendiri dan mengajak para pemuda untuk lebih menghidupkan kecintaan terhadap literasi dan diskusi yang nantinya akan dilakukan rutin.
“Kaum muda saat ini memiliki tantangan tersendiri, sehingga perlu diajak berdiskusi supaya tidak mudah terpengaruh pergaulan negatif dan aktivitas yang tidak bernilai,” ujar Taufik.
Memanfaatkan momen Ramadan, pihaknya menggelar bincang pemuda dan bukber di beberapa titik dan menyasar para pemuda Karang Taruna untuk ikut ambil bagian dalam agenda ngabuburit.
“Dengan terus berdialektika, diharapkan literasi dan wawasan serta nalar generasi muda bisa terus meningkat sehingga bisa menopang pembangunan sumber daya manusia di daerah,”tambahnya.
Adapun Ketua Karang Taruna Kecamatan Kotabunan, Rajendra Kodu mengatakan sebagai pemuda, tugas dan tanggung jawab kita tidak hanya selalu aktif dalam hal kemasyarakatan, ruang lingkup organisasi melainkan dalam unsur-unsur agamapun pemuda harus nampak ke permukaan.
“Kegiatan – kegiatan positif berupa diskusi dan kajian keagamaan harus lebih sering dilakukan untuk memperkokoh akhlak kita sebagai pemuda agar terjalin hubungan antar sesama manusia (habluminannas),” ungkapnya.
Agung Qurniadi Lapadjawa selaku pemantik dalam bincang pemuda kali ini menyampaikan semua aktivitas dimulai dengan cinta, hal sederhanapun ketika kita melakukannya dengan cinta maka akan menjadi sangat berkesan, begitu juga ketika kita berkumpul dan organisasi.
“Pemuda hari ini harus berguna untuk daerahnya. Apa yang dilakukan baik dia berorganisasi penting untuk melakukan yang terbaik bagi kemajuan daerah, semua itu pertama-tama dilandasi dengan rasa cinta kepada daerah kita,” katanya.
Sementara Ustad Sofyan Modeong dari LDNU Boltim menjelaskan semua tergantung seberapa besar pengetahuan dan proses untuk mendapatkan sesuatu yang dicintai dan semuanya untuk keimanan kita kepada Allah SWT.
“Dengan cinta, orang akan menjadi istimewa di sisi Pencipta. Tanpa cinta, ia tidak lebih sekadar seorang hamba yang tidak mempunyai nilai lebih di sisi Tuhan” imbuhnya.
Selain itu, berdiskusi sambil ngabuburit dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang bertujuan meningkatkan solidaritas pemuda dan untuk menghindarkan dari kegiatan negatif selama bulan Ramadan.














