, Serdang Bedagai – Sungai Belutu atau yang lebih dikenal sungai bedagai, adalah salah satu sungai di Serdang Bedagai (Sergai) yang alirannya sampai ke muara perairan laut Bedagai, Kecamatan Tanjung Beringin.
Selama ini luapan air sungai tersebut selalu menimbulkan bencana banjir, ketika diguyur hujan lebat dalam beberapa hari saja, ditambah lagi saat pasang air laut naik, karena sungai tersebut sudah mengecil. Terkhusus di wilayah Desa Sei Rampah, tepatnya di dusun 1, dusun 3, dusun 7 bahkan dusun 8, sudah menjadi langganan banjir akibat luapan air sungai itu.
Bukan saja wilayah Desa Sei Rampah, akan tetapi wilayah Desa Sei Rejo juga sering terkena banjir bahkan hingga kewilayah Kecamatan Tanjung Beringin juga terkena banjir setiap tahunnya, yang diakibatkan luapan air sungai tersebut.
Saat ini sungai Belutu tersebut sudah dinormalisasi sebahagian. Bahagian yang sudah dinormalisasi sudah terlihat lebar.Kelebarannya mencapai 40 meter hingga 50 meter, sedangkan kedalaman sungai itupun sudah bertambah. Saat ini kedalaman sungai sudah menjadi sekitar 3 meter.
Bahkan setelah dinormalisasi sungai Belutu sudah memiliki tanggul dengan ketinggian tanggulnya sekitar 1,5 meter hingga 2 meter, dimana sebelumnya sungai itu tidak memiliki tanggul sama sekali, maka dengan mudah air sungai itu menjadi meluap.
Normalisasi sungai Belutu tersebut memang sangat jelas manfaatnya bagi masyarakat, salah satunya diwilayah dusun 1 Gang Kancil Desa Sei Rampah, pada tahun 2022 lalu daerah itu tidak lagi mengalami bencana banjir, dimana daerah itu selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya.Begitu juga dengan wilayah Kecamatan Dolok Masihul banjir juga dapat teratasi dengan adanya normalisasi sungai Belutu tersebut, kata Syaifuddin.
Normalisasi sungai adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mengatasi banjir, karena memperlebar dan memperdalam sungai sudah pasti memperlancar arus air.Namun saat ini sungai Belutu tersebut hanya sebahagian saja yang sudah dinormalisasi, belum secara keseluruhan. Tentu saja ini belum maksimal dalam mengatasi bencana banjir secara keseluruhan.
Bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk bicara soal normalisasi sungai Belutu tersebut secara keseluruhan. Tentunya kita memahami besarnya anggaran yang harus digunakan dalam kegiatan normalisasi sungai belutu itu dari hulu sampai hilir sungai.
Menurut nara sumber kami yaitu Syaifuddin, yang menjabat sebagai Ketua KOMPAS (Komonitas Masyarakat Peduli dan Pencinta Sungai ) Kabupaten Sergai, mengatakan bahwa normalisasi sungai Belutu itu dilaksanakan oleh pihak suwasta dengan menggunakan Dana dari pengusaha. Kalau saja pelaksanaan normalisasi tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah, menurut Syaifuddin biayanya bisa menyerap anggaran sampai puluhan milyar rupiah, namun pelaksanaan normalisasi yang telah dilaksanakan oleh pihak suwasta itu, kata Syaifuddin, tidak memakan biaya sampai puluhan milyar seperti yang dibayangkannya itu.
Perlu kita jelaskan bahwa pihak suwasta yang dimaksud diatas adalah para pengusaha yang ada dikabupaten Sergai, dimana pada tahun 2021 lalu, Bupati Sergai H.Darma Wijaya, mengumpulkan para Pengusaha sekitar antara 15 sampai 20 pengusaha untuk memanfaatkan dana aksi sosial yang dilakukan oleh perusahaan terhadap masyarakat, atau yang disebut dengan kata Corporate Social Responsibility (CSR), guna menormalisai sungai belutu tersebut.
Terkumpullah pada saat itu tahun 2021 Dana CSR sekitar 450 juta rupiah, dan yang melaksanakan normalisasi sungai Belutu itu adalah Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Sergai, yang dimulai sejak tahun 2021 lalu.Dan ini merupakan tahap 1 atau awal pengerjaan pada tahun 2021, dimana pengerjaannya dilaksanakan dari sebelah Hulu sungai berbatasan dengan Desa Pematang Ganjang yaitu dusun 5 hingga sampai ke Desa Sei Rampah tepatnya didusun 3, dan kesebelah hilir hingga sampai ke dusun 2 Kampung Keling atau dusun 7 Kampung Pala Desa Sei Rampah.
Jadi normalisasi sungai Belutu yang telah dilaksanakan itu, ternyata tak luput dari ide cemerlang Bupati Darma Wijaya, sehingga pelaksanaannya bisa terlaksana tanpa menggunakan anggaran pemerintah.Kalau normalisasi tersebut dilaksanakan dengan memakai anggaran Pemerintah, menurut Syaifuddin akan banyak menelan biaya hingga sampai puluhan milyar rupiah, katanya saat diwawancarai media ini.
Untuk tahun 2022 awal masih terkumpul Dana CSR sekitar 500 juta. Ini adalah tahap 2 yang mana pengerjaannya dimulai dari Kecamatan Tanjung Beringin tepatnya di Dusun Manggis Desa Mangga Dua, yaitu posisinya disebelah kiri sungai, dikerjakan sampai kehulu sungai hingga ke Desa Sei Rejo dusun 1 pulo.
Sementara kesebelah kanannya yaitu dari Desa Pekan Tanjung Beringin, dikerjakan di dusun 1 Keramat asam sampai hilir sungai yaitu tepatnya di dusun 3 Rimba Sekampung atau kelapa sawit.
Jadi normalisasi sungai Belutu yang telah dilaksanakan itu, ternyata tak luput dari ide cemerlang Bupati Darma Wijaya, sehingga pelaksanaannya bisa terlaksana tanpa menggunakan anggaran pemerintah.Kalau normalisasi tersebut dilaksanakan dengan memakai anggaran Pemerintah, menurut Syaifuddin akan banyak menelan biaya hingga sampai puluhan milyar, katanya saat diwawancarai media ini.
Syaifuddin juga menceritakan lagi kebelakang yaitu ditahun 2018, pertama kalinya sungai belutu itu dinormalisasi yaitu di Sei Rampah yang pada saat itu dikerjakan oleh panitia gotong royong normalisasi sungai bedagai, yang mana didalam Kepengurusannya adalah tokoh masyarakat yang kebanyakan adalah masyarakat Sei Rampah.
Pada waktu itu panitia gotong royong tersebut disambut baik oleh Darma Wijaya yang pada saat itu masih menjabat sebagai Wakil Bupati Sergai. Darma Wijaya turut serta dalam memberikan suport dengan menyumbangkan dana serta membantu berkoordinasi dengan Dinas PU dalam hal meminjam alat berat, sehingga pekerjaan normalisasi pada saat itu bisa dikerjakan pada tanggal 2 November 2018 untuk pertama kalinya. Pada waktu itu Dana yang digunakan oleh panitia gotong royong tersebut adalah sumbangan dari para donatur.
Terlaksanalah pada waktu itu normalisasi sungai belutu yang dikerjakan oleh panitia gotong royong. Dari hasil pengerjaan itu panjangnya tercapailah normalisasi sungai bungga sekitar 750 meter mulai dari jembatan hingga Hulu sungai.Sedangkan kehilir sungai sampai berbatasan dengan rel kereta Api yaitu sekitar lebih kurang 300 meter. Dan itu pengerjaannya hanya sampai tahun 2019 atau lebih kurang berjalan sampai 6 bulan.
“Jadi jelas bahwa Darma Wijaya yang merupakan Bupati Sergai saat ini merupakan termasuk orang yang telah memberikan Abdul besar terhadap terjadinya normalisasi sungai Belutu tersebut.Begitu terpilih menjadi Bupati Sergai, pada tahun 2021 lalu iya mengumpulkan para pengusaha dalam hal normalisasi,”ungkap Syaifuddin.
Memasuki pengerjaan ditahap 3 ada tambahan dana 400 juta lagi dari CSR, yaitu masih ditahun 2022, itu dikerjakan untuk merapikan kembali benteng yang telah runtuh dikarenakan ombak akibat hilir mudiknya perahu Nelayan, ditambah lagi akibat banjir ditahun itu juga pada saat sudah dinormalisasi. Merapikan benteng yang rusak dari Desa Mangga 2 hingga Desa Sei Rejo bahkan sampai ke Desa Sei Rampah.
Ditahun 2023 awal ada bantuan normalisasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) itu pengerjaannya dimulai sebelah kanan sungai tepatnya dari dusun 7 Kampung Pala hingga dusun 8 Kampung Pelintahan Desa Sei Rampah. Dan didaerah Desa Pematang ganjang juga dikerjakan normalisasi melalui bantuan Dana dari BWS. (Daily14/Aripin)


















