Gorontalo – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Pohuwato atas capaian pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, serta penguatan pelayanan publik di tengah keterbatasan fiskal daerah. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Pohuwato, Rabu (25/2/2026).
Dalam sambutannya, Gusnar menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Pohuwato yang mencapai 9,8 persen. Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo yang berada di kisaran 5,7 persen. Menurutnya, capaian itu tergolong luar biasa, mengingat kekuatan fiskal daerah yang relatif terbatas, yakni sekitar Rp800 miliar.
“Dengan kapasitas fiskal kurang lebih Rp800 miliar, Pohuwato mampu tumbuh hingga 9,8 persen. Ini menunjukkan efektivitas tata kelola pemerintahan yang berjalan baik,” ujar Gusnar.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh ketersediaan anggaran, melainkan oleh kualitas manajemen kepemimpinan. Menurutnya, fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan akan berjalan optimal apabila didukung kepemimpinan yang kuat.
“Semua fungsi manajemen, mulai dari perencanaan sampai pengawasan, administrasi material, keuangan, dan peralatan, tidak akan berarti tanpa leadership yang kuat,” tegasnya.
Selain pertumbuhan ekonomi, indikator sosial juga menunjukkan tren positif. Tingkat pengangguran di Pohuwato tercatat sebesar 2,8 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi yang mencapai 3,2 persen.
Sementara itu, angka kemiskinan mengalami penurunan signifikan sejak awal pembentukan daerah. Saat pertama kali berdiri, tingkat kemiskinan Pohuwato mencapai 60 persen. Kini, angka tersebut turun drastis menjadi 15,24 persen.
“Apakah capaian ini akan kita lanjutkan, kita koreksi, atau kita diam saja? Tentu jawabannya adalah kita harus melanjutkan tren yang baik ini,” ungkap Gusnar.
Meski capaian ekonomi dan sosial menunjukkan perkembangan positif, Gusnar mengingatkan adanya tantangan baru seiring meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah tekanan terhadap pemanfaatan ruang yang berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak dikelola dengan baik.
Ia menekankan pentingnya penataan ruang yang adil, arif, serta taat pada regulasi guna menjaga stabilitas sosial dan keberlanjutan pembangunan.
“Ke depan, kita akan menghadapi tekanan pemanfaatan ruang yang lebih tinggi. Karena itu, penataan ruang harus dilakukan secara adil, bijaksana, dan sesuai hukum agar tidak memicu konflik di tengah masyarakat,” jelasnya.
Momentum HUT ke-23 Kabupaten Pohuwato menjadi refleksi atas perjalanan pembangunan daerah sekaligus pijakan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.














