Gorontalo — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo merilis data terbaru mengenai perkembangan luas panen dan produksi jagung tahun 2025. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) per September 2025, total luas panen jagung di Provinsi Gorontalo mencapai 132,83 ribu hektare, meningkat 3,59 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 128,23 ribu hektare.
Peningkatan luas panen tersebut berkontribusi langsung pada naiknya total produksi jagung. Pada 2025, produksi jagung Gorontalo mencapai 647,76 ribu ton (Jagung Pipilan Kering Kadar Air 14 persen), meningkat 21,79 ribu ton atau 3,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 625,97 ribu ton.
Berdasarkan grafik perkembangan bulanan, pola panen dan produksi jagung di Gorontalo pada 2025 menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi musim dan pola tanam:
- April menjadi puncak luas panen dengan 133,85 ribu hektare.
- Produksi tertinggi terjadi pada bulan yang sama, sejalan dengan luas panen yang meningkat signifikan.
- Setelah puncak April, panen dan produksi menurun di Mei–Agustus, sebelum kembali naik pada September–Oktober.
Data ini menunjukkan bahwa pola tanam dan kondisi iklim tetap menjadi faktor dominan yang memengaruhi dinamika produksi jagung tahunan di Gorontalo.
Perbandingan Luas Panen dan Produksi 2024–2025
- Luas Panen
- 2024: 128,23 ribu hektare
- 2025: 132,83 ribu hektare
- Kenaikan: 4,60 ribu hektare (3,59%)
- Produksi Jagung
- 2024: 625,97 ribu ton
- 2025: 647,76 ribu ton
- Kenaikan: 21,79 ribu ton (3,48%)
Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan produktivitas, efisiensi budidaya, serta faktor dukung lain seperti perbaikan sarana produksi dan kualitas benih.
Berdasarkan capaian tersebut, 2025 menjadi salah satu tahun dengan performa kuat bagi sektor pertanian jagung di Gorontalo. Kenaikan luas panen dan produksi mengukuhkan posisi provinsi ini sebagai salah satu sentra jagung utama di Indonesia, sekaligus penopang rantai pasok jagung nasional.
BPS menegaskan bahwa data ini masih bersifat angka sementara, khususnya untuk panen September–Desember 2025. Meski demikian, tren yang terlihat memberi gambaran jelas bahwa sektor jagung di Gorontalo terus menunjukkan perkembangan positif.















