Sijunjung, -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto kini benar-benar hidup di daerah. Dari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, semangat nasional itu diterjemahkan menjadi gerakan sosial dan ekonomi rakyat melalui Yayasan Mursil Sinergi Kehidupan (MSK) yang dipimpin oleh pengusaha muda Bertalenta Antonio Oksa Mursil, bekerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari.
Tak sekadar memberi makan, pelaksanaan MBG di bawah koordinasi dua yayasan ini telah menyerap lebih dari 800 tenaga kerja lokal dan memberikan manfaat langsung bagi lebih dari 55.000 warga, mulai dari anak-anak sekolah, ibu hamil, lansia, hingga masyarakat prasejahtera di pelosok nagari.
Hingga kini, 16 dapur MBG berdiri aktif di berbagai titik di Sumatera Barat: Muaro, Padang Sibusuk, Tanjung Ampalu, Tiumang (Dharmasraya), Kamang Baru, Lubuk Tarok, Tanjung Gadang, Salimpaung (Tanah Datar), Saniang Baka (Kabupaten Solok), hingga Kumanis. Setiap dapur bukan sekadar tempat memasak — melainkan pusat kehidupan baru, tempat harapan rakyat dipanaskan setiap pagi bersama aroma nasi dan sayur segar.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah strategis Presiden Prabowo untuk memastikan rakyat tidak hanya kenyang, tapi juga sehat dan berdaya. Kami di daerah hanya meneruskan semangat besar itu dengan kerja nyata,” ujar Antonio Oksa Mursil, Ketua Yayasan Mursil Sinergi Kehidupan, saat Dijumpai di Ruang kantor MBG Muaro , Kamis (13/11).
Menurut Antonio, dapur MBG menjadi ruang ekonomi baru bagi masyarakat kecil. Para petani lokal mendapat pasar tetap, pedagang kecil memperoleh penghasilan rutin, dan ibu rumah tangga dilibatkan sebagai tenaga dapur — menciptakan siklus ekonomi rakyat yang bergerak dari bawah.
Program nasional MBG juga mendapatkan dukungan penuh dari berbagai kalangan dan instansi . Kapolres Sijunjung AKBP William Harbensyah, S.I.K., M.H., menilai kehadiran program ini bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Program MBG adalah wujud nyata perhatian Presiden Prabowo terhadap kesejahteraan rakyat. Ini bukan sekadar tentang gizi, tapi tentang membangun kebersamaan, menjaga rasa aman, dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ujar AKBP William Harbensyah.
Hasil program MBG mulai terasa nyata. Di sekolah-sekolah, anak-anak lebih bersemangat mengikuti pelajaran karena kebutuhan gizi mereka tercukupi. Para ibu hamil dan lansia kini rutin mendapat makanan bergizi tanpa harus khawatir soal biaya.
Dapur MBG juga menjadi ruang interaksi sosial baru tempat masyarakat saling membantu, bergotong royong, dan menumbuhkan kembali rasa persaudaraan. Dalam setiap sendok nasi yang dibagikan, tersimpan makna besar bahwa negara benar-benar hadir di tengah rakyatnya.
“Negara yang kuat dimulai dari rakyat yang sehat. MBG adalah wujud kepedulian Presiden Prabowo yang paling sederhana, tapi paling bermakna,” tambah Antonio Oksa Mursil.
Pelaksanaan Program Nasional Makan Bergizi Gratis di Sumatera Barat kini menjadi contoh sinergi ideal antara pemerintah pusat, lembaga sosial, Polri, dan masyarakat lokal. Dengan pendekatan yang humanis dan transparan, Yayasan Mursil Sinergi Kehidupan dan Yayasan Kemala Bhayangkari berhasil menjadikan MBG bukan hanya program, melainkan gerakan sosial yang menyatukan banyak pihak untuk satu tujuan rakyat sehat, rakyat berdaya, dan Indonesia yang kuat.
Dari dapur sederhana di Muaro hingga ke Saniang Baka, semangat Presiden Prabowo kini benar-benar terasa hadir dalam wujud nasi hangat, sayur segar, dan senyum anak-anak yang tumbuh sehat di pangkuan negeri














