, Gorontalo – Wacana pembangunan Islamic Center di Gorontalo tengah mencuri perhatian masyarakat, sementara DPRD Provinsi Gorontalo, khususnya Komisi IV, turut mengamati progresnya.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Adnan Entengo, menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam mewujudkan proyek ini. Sebagai bagian dari Serambi Madinah, Provinsi Gorontalo diyakini perlu memiliki pusat kegiatan keislaman yang menguatkan peradaban agama Islam.
“Sebagai bagian dari penyebaran nilai-nilai Islam di daerah yang dijuluki Serambi Madinah, kami mengusung falsafah ‘adat bersendikat syariat, syariat bersendikat Kitabullah’,” ungkap Adnan, yang merupakan Politisi dari Partai PKS.
Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, lanjut Adnan, terus mendukung pembangunan Islamic Center, termasuk penetapan lokasinya. Pada Kamis (07/12/2023), diumumkan bahwa lokasi proyek dipindahkan dari Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, ke Desa Lupoyo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, karena berbagai pertimbangan, termasuk kendala lingkungan.
“Karena beberapa pertimbangan, termasuk kendala lingkungan, lokasi proyek dipindahkan dan ditetapkan di Kabupaten Gorontalo,” jelas Adnan.
Adnan juga menyoroti tantangan terkait anggaran yang belum sepenuhnya jelas. Meski telah mendapat dukungan publik sekitar Rp3 miliar, informasi terperinci mengenai anggaran proyek masih belum tersedia menurut Adnan.
“Tentang anggaran, kami di DPRD belum memiliki data rinci secara pasti. Saat ini, dana yang terkumpul hanyalah partisipasi publik sekitar Rp3 miliar,” kata Adnan.
Pembangunan Islamic Center, meskipun didukung oleh masyarakat, memerlukan dukungan penuh dari pemerintah dan DPRD Provinsi Gorontalo. Tanpa dukungan ini, pembangunan yang diharapkan menjadi pusat kegiatan keislaman yang megah sulit terwujud.
(Adi)














