Sebagai Penggerak Reformasi Birokrasi, Kinerja dan Kompetensi Sekda Bonebol Dievaluasi

Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Wabup Merlan Uloli, Sekda Bone Bolango dan Tim Evaluasi. (Foto: Istimewa/Prokopim/Onal Idrus)

DAILYPOST.ID, Bone Bolango- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango (Bonebol) melaksanakan Evaluasi Kinerja dan Kompetensi terhadap Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango.

Evaluasi Kinerja dan Kompetensi dilakukan oleh Tim Evaluasi Kinerja dan Kompetensi JPT Pratama Sekretaris Daerah, di Hotel Aston Kota Gorontalo, Jumat (05/08/2022).

Menurut Hamim semua pejabat Pimpinan Tinggi Pratama harus memiliki kompetensi baik di bidang manajerial dan teknis sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 409 tahun 2009.

“Bagi saya, semua pejabat pimpinan tinggi pratama harus mempunyai komitmen reformasi birokrasi tersebut, serta memiliki kompetensi, baik manajerial, teknis maupun sosio cultural,” jelasnya.

Lanjut kata Hamim, untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas aparatur, maka salah satu cara yang harus dilakukan adalah menciptakan birokrasi yang efektif dan efisien melalui pengembangan SDM aparatur sipil negara yang memiliki integritas dan kompetensi yang tinggi.

“Aparatur yang saya maksudkan tersebut dapat berfungsi sebagai pendorong dan penggerak reformasi birokrasi dan pembangunan, serta perekat persatuan,” tuturnya

Hamim berharap evaluasi kinerja kompetensi dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya berharap, melalui evaluasi kinerja dan kompetensi ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga komitmen reformasi birokrasi serta bisa menjawab tuntutan masyarakat tentang profesionalisme ASN,” pinta Bupati Hamim.

Sementara itu, Ketua tim penguji, Rauf A. Hatu melaporkan, timnya telah mengedarkan instrumen berupa 67 item pertanyaan, uniknya di 67 item terdapat 53 komentar dari semua OPD.

“Instrumennya ini langsung di google form, dikirim lewat online dan langsung kita olah, namun usernya tidak akan bertemu dengan OPD secara langsung,” bebernya.

Ia menambahkan untuk nilai instrumen yaitu 1-7. Jika klasifikasi 1-4 berarti perolehan nilainya (kurang baik), sedangkan untuk 5-7 itu nilainya (baik).

“Dari 1-4 itu nilainya tidak baik, dan 5-7 nilanya baik, jadi kalau kami menilai instrumen ini hampir rata-rata untuk pak sekda nilainya 5-7 namun turbelensinya tetap ada,” tambahnya. (Jeffry Potabuga)

Bagaimana Tanggapan Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
media online gorontalo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.