, MEDAN – Paviliun Pemkab Tapanuli Utara (Taput) di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 menjadi daya tarik pengunjung, Jumat (10/7/2026).
Salah satu yang mencuri perhatian adalah kain Songket Bintang Maratur Tarutung.
Pengrajin asal Sipoholon, Irvanna Hutabarat (23), mengatakan satu helai songket siap pakai dikerjakan selama 2 minggu.
“Harga jual mulai Rp2 juta. Kalau disirat atau siap pakai bisa mencapai Rp4 juta, tergantung pesanan,” kata Irvanna di stan Taput.
Menurutnya, songket berbeda dengan ulos Batak. Jika ulos memakai benang putar, songket memakai benang 100 yang lebih halus.
Irvanna menekuni profesi ini sejak usia 19 tahun. Awalnya ia belajar otodidak saat pandemi Covid-19 dan kini menjadi pengrajin binaan Pemkab Taput untuk setiap pameran.
Songket Tarutung saat ini sudah dipasarkan hingga nasional. (JB).















