[ad_1]
Suara.com – Kisruh internal di dalam tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) makin menghangat, pascapencopotan Suharso Monoarfa dari kursi ketua umum partai berlambang kakbah tersebut. Meski begitu, menurut Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno, kisruh dalam partai berasas Islam tersebut tidak terkait dengan adanya peran Istana ataupun Presiden Joko Widodo.
Ia melihat hal tersebut, lantaran Suharso telah dipecat melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP dengan menunjuk Plt yang diisi oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) M Mardiono. Menurut Adi, pencopotan Suharso murni atas kesalahannya sendiri terkait pernyataannya soal ‘amplop kiai‘ yang videonya menjadi viral.
“Saya membaca ini murni soal kesalahan fatal Suharso. Itu yang kemudian membuat internal PPP melakukan Mukernas kemudian menggantikan dengan Mardiono. Keterlibatan istana itu agak sulit untuk dibuktikan,” ucap Adi dihubungi, Sabtu (10/9/2022).
Menurut Adi, bila memang tidak ada pernyataan Suharso soal ‘amplop kiai’, tidak akan mungkin Kepala Bappenas tersebut digantikan oleh elite partai melalui Mukernas.
“Mukernas itu kan forum disahkan juga oleh mahkamah partai juga dan tidak ada juga pengurus-pengurus ke Suharso sekarang. Itu artinya internal dipastikan solid mukernas yang mengangkat Mardiono,” kata Adi













