Wagub Idah: Kolaborasi Pemerintah, Orang Tua, dan Masyarakat Jadi Kunci Pendidikan Anak

Dailypost.id
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama seluruh tamu dan peserta pada Ikhtibar dan Festival Anak Saleh (FAS) 2026 yang diselenggarakan oleh LDII Gorontalo di Sekretariat DPW LDII di Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo, Minggu (21/6/2026). Foto – Fadly Diskominfotik.

DAILYPOST.ID Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk generasi yang unggul dan berkarakter. Menurutnya, kolaborasi ketiga unsur tersebut merupakan “segitiga emas” yang menjadi fondasi keberhasilan pendidikan anak.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Ikhtibar dan Festival Anak Saleh (FAS) 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Gorontalo di Sekretariat DPW LDII, Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo, Minggu (21/6/2026).

Dalam sambutannya, Idah mengatakan bahwa membangun kualitas generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan lingkungan masyarakat. Menurutnya, pendidikan karakter harus dilakukan secara berkesinambungan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik sekaligus siap menghadapi tantangan masa depan.

“Pendidikan dan mengantarkan anak-anak bangsa menjadi generasi yang unggul merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, orang tua, dan masyarakat harus berjalan beriringan. Inilah yang saya sebut sebagai segitiga emas dalam pendidikan anak,” ujar Idah.

Ia menilai anak-anak yang saat ini dibekali dengan pendidikan dan nilai-nilai keagamaan merupakan generasi penerus yang akan mengambil peran dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Oleh sebab itu, seluruh pihak perlu memastikan mereka memperoleh pendidikan yang baik, pembinaan karakter, serta lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

Menurut Wakil Gubernur, peran orang tua sangat menentukan dalam proses pembentukan karakter anak. Selain memberikan pendidikan terbaik, orang tua juga diharapkan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap, perilaku, serta kebiasaan yang positif.

“Kalau ingin anak rajin mengaji, orang tua juga harus mengaji. Kalau ingin anak memiliki sopan santun, orang tua harus memberikan contoh. Hal-hal sederhana seperti membiasakan mengucapkan kata tolong dan terima kasih dapat menjadi pendidikan karakter yang sangat berarti bagi anak,” paparnya.

Idah menambahkan, pemerintah terus berupaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan layanan pendidikan, tenaga pendidik, serta berbagai program yang menunjang pengembangan karakter peserta didik. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Kegiatan Ikhtibar dan Festival Anak Saleh (FAS) 2026 turut dihadiri Ketua DPW LDII Provinsi Gorontalo, Lukman Arbie, beserta jajaran pengurus, para orang tua, dan peserta dari berbagai daerah di Provinsi Gorontalo. Melalui kegiatan tersebut, LDII menghadirkan ruang pembinaan bagi generasi muda untuk memperkuat pemahaman keagamaan, membentuk karakter, serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sejak usia dini.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia